Kamis, 08 Mei 2014

Penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syndrome

Apa itu MERS?






Saat ini masyarakat mulai khawatir mengenai infeksi virus corona Mers (Middle East Respiratory Syndrome) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah. Penyebab penyakit ini adalah virus MERS-COV. Virus ini ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012. Tanda-tanda orang yang terinfeksi virus ini adalah, mereka mengalami gangguan sistem pernapasan yang akut dan berat. Demam, batuk dan sesak napas. Sekitar setengah dari mereka yang terjangkit virus ini akhirnya meninggal dunia. Hanya sebagian kecil saja dari pasien dengan gejala ringan yang bertahan hidup.

Ada satu kasus atau penderita berkewarga negaraan Amerika Serikat yang telah terjangkit virus ini. Dan setelah perawatan yang intensif keadaannya saat ini mulai membaik.

Virus penyebab MERS berbeda dengan virus yang menyebabkan SARS. Sumber dari virus ini telah menyebar dan para peneliti sedang berusaha untuk menemukannya. Sejak pertama kali muncul pada April 2012 jumlah kasus dan kematian dari data pada tanggal 30 Oktober 2013 adalah sebagai berikut:

Negara                       Kasus    Kematian :

Prancis                       2            (1)
apa-itu-mers

Italia                           1            (0)
Jordan                        2            (2)
Qatar                          5            (3)
Saudi Arabia          108           (47)
Tunis                          3            (1)
Inggris Raya              3            (2)
Uni Emirat Arab        6            (2)
Total                        130          (58)

Apa itu SARS?


Infeksi corona virus SARS dikatakan sebagai salah satu infeksi virus yang berat dan berbahaya (severe acute respiratory syndrome/sindrom pernafasan akut parah). SARS-COV adalah salah satu agen penyebabnya. Kasus SARS pada bulan Februari 2003 pertama terjadi di Eropa, Amerika Utara dan Asia, menurut penelitian. Antara 1 November 2002 hingga 31 Juli 2003 ada tercatat 8273 kasus SARS telah ditemukan di seluruh dunia dan 775 dari keseluruhan kasus tersebut telah mengakibatkan kematian.

Tapi sejak tahun 2004 telah dilaporkan bahwa tidak ada lagi infeksi SARS-COV di belahan dunia manapun.

Penanganan Infeksi virus Corona selalu berakibat fatal?


virus-mers
Virus Corona MERS memang jarang namun berpotensi menyebabkan kematian atau menyebabkan infeksi seperti SARS.

Apa saja fitur utama dari virus Corona?


Corona virus adalah virus yang tersebar luas dan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Virus korona pada manusia seringkali hanya serangan ringan sampai sedang, dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

Bagaimana cara mencegah infeksi virus Corona?


Belum ada vaksin untuk mencegah Virus corona pada manusia. Cara utama untuk mengurangi risiko terinfeksi virus ini adalah: Cuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun pada mata, mulut dan hidung dan menghindari kontak dengan orang yang sakit.

Cara mendiagnosa infeksi virus Corona


Penyebab penyakit Anda, tes laboratorium tentang virus corona dapat dilakukan untuk memastikan penyakit. Namun seringkali orang menganggap ketidaknyamanan ringan yang mereka alami sebagai penyakit flu biasa dan tidak memerlukan tes ini. Selain itu, tidak semua atau bahkan tidak ada laboratorium yang menyediakan tes untuk ini.

Dasar dalam tes laboratorium adalah sebagai berikut:
Pembiakan virus dalam kultur sel, PCR (polymerase chain reaction), tes serologi antibodi terhadap virus corona manusia (human corona virus). Diperlukan sampel darah untuk pengujian serologis. Usapan dari hidung dan tenggorokan adalah sampel terbaik untuk menganalisa adanya virus korona manusia.

Obat untuk MERS


Artikel terkait Penyakit :








Posting Komentar