Senin, 26 Mei 2014

Diabetes Type 1

Penjelasan tentang diabetes tipe 1






Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa berusia di bawah 20 tahun. Sampai saat ini, penyakit ini tidak dapat disembuhkan sehingga penderita diabetes tipe 1 harus mendapat suntikan insulin setiap hari dan berkali-kali untuk mempertahankan kadar glukosa dalam darah. Karena terjadi pada usia dini, maka hal inilah yang menyebabkan Diabetes tipe ini dinamakan   "juvenile  diabetes atau diabetes anak-anak." Dan karena penderita sangat tergantung pada suntikan insulin maka diabetes tipe 1 juga disebut "insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM)".

Apa itu diabetes tipe 1?


Diabetes tipe 1 terjadi ketika autoimun bereaksi  menghancurkan sel beta di pankreas.  Sel beta di pankreas adalah sel-sel yang bertugas memproduksi insulin. Dengan adanya "reaksi autoimun" tersebut, pembentukan antibodi tubuh berbalik menyerang sel-sel beta. Sebagai akibatnya pankreas dan sel beta mengalami kerusakan dan tidak mampu lagi untuk memproduksi insulin. Penyebab penyakit ini belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko tertentu yang menjadi penyebab meningkatnya risiko diabetes tipe 1.
Antara lain:
  • Ras (lebih banyak terjadi pada ras Kaukasia)
  • Memiliki orang tua yang menderita diabetes tipe 1
  • Memiliki saudara kembar yang menderita diabetes tipe 1

Gejala-gejala Diabetes tipe 1

diabetes-tipe-1
Pada dasarnya, kedua jenis diabetes tersebut menyebabkan kadar glukosa yang tinggi dalam darah dan dapat menyebabkan gejala-gejala seperti:
  • Rasa haus
  • Poliuria / sering kencing
  • Kelelahan kronis
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan berat badan

Namun 50% penderita diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala dan biasanya baru diketahui secara tidak sengaja. Diabetes adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak didiagnosis sejak dini dan tidak ditangani dengan baik. Kedua jenis diabetes tersebut dapat memicu timbulnya gangguan pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah besar, yang menyebabkan kehilangan penglihatan, amputasi, gagal ginjal dan infark miokard atau penyakit jantung koroner.

Komplikasi ini dapat dicegah atau ditunda dengan diagnosis sejak dini dan dengan pengobatan yang baik.


Artikel terkait Penyakit :







Posting Komentar