Kamis, 16 Oktober 2014

Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes Mellitus





Penyakit gula/diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (peningkatan glukosa/kadar gula dalam darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Jika proses dalam tubuh seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan sakit gula/DM. Penyakit DM bisa dialami siapa saja, baik yang kurus atau yang gemuk, baik yang muda atau yang tua, baik wanita atau pria.

Pada penderita DM dapat terjadi komplikasi pada semua tingkat sel dan semua tingkatan anatomik. Manifestasi komplikasi kronik dapat terjadi pada tingkat pembuluh darah kecil (mikrovaskular) berupa kelainan pada retina mata, glomerulus ginjal, saraf, dan pada otot jantung (kardiomiopati). Pada pembuluh darah besar, manifestasi komplikasi kronik DM dapat terjadi pada pembuluh darah serebral, jantung (penyakit jantung koroner), dan pembuluh darah perifer (tungkai bawah). Komplikasi lain DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi saluran kemih, tuberkolosis paru, dan infeksi kaki, yang kemudian dapat menjadi ulkus/gangrene diabetes.

Dari gejala-gejala pada artikel sebelumnya, sepertinya diabetes bukanlah penyakit yang berat, bahkan sebagian penderita tidak merasakan bahwa ia sedang sakit. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai di balik itu, yaitu komplikasi diabetes. Komplikasi inilah yang justru lebih berat dari penyakitnya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sayangnya, komplikasi ini tidak timbul segera, tetapi muncul setelah bertahun-tahun, bahkan bisa muncul setelah 10-20 tahun. Komplikasi ini disebabkan karena tingginya kadar gula yang persisten di dalam darah, sehingga menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.

Beberapa komplikasi diabetes mellitus yaitu:

  • Penyakit Kardiovaskular : penderita diabetes berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular), seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Sekitar 75% kematian penderita diabetes disebabkan penyakit jantung koroner.
  • Retinopathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (kapiler) pada retina mata, dengan gejala penurunan penglihatan sampai kebutaan.
  • Nefropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh kapiler ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran protein ke dalam air kencing (urin), dan menyebabkan gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi cuci darah.
  • Neuropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes pada sistem saraf, sehingga menyebabkan mati rasa dan kesemutan, serta meningkatkan risiko kerusakan kulit terutama pada kaki, karena berkurangnya kepekaan kulit.
  • Ulkus Diabetes (Diabetic Foot Ulcer): yaitu luka pada kaki yang sulit sembuh dan sering menimbulkan masalah serius. Bahkan, pada beberapa kasus, memerlukan amputasi.
  • Penurunan Daya Pikir (Cognitive Deficit): beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes yang dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 sampai 1,5 kali lebih besar.
Komplikasi dari penyakit DM bisa dicegah asalkan gula darah bisa terkontrol dengan baik.
Beberapa cara pengendalian kadar gula darah meliputi :
  1. Penjagaan makanan. Penderita sebaiknya mengonsumsi makanan dengan karbohidrat rendah dan lambat menjadi gula. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran terutama kubis, kacang panjang, dan paprika untuk memperbaiki fungsi pankreas. Pengaturan pola makan membutuhkan kedisiplinan. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi mengenai pola makan yang tepat bagi penderita DM.
  2. Olahraga yang teratur. Olahraga yang benar dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain menurunkan kadar gula darah (dengan mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensivitas insulin), menurunkan berat badan, mencegah kegemukan, serta mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
  3. Minum obat secara rutin. Penggunaan obat penurun gula darah diberikan setelah dengan cara pengaturan makan dan olahraga kadar gula darah belum terkontrol.
  4. Cukup istirahat dan menghindari stress. Faktor stress juga bisa berpengaruh terhadap peningkatan kadar gula darah.
Peran dan dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu dan mengingatkan penderita DM agar bisa mengelola penyakitnya dengan baik. Jika kada gula darah dapat terkontrol dengan baik, insyaAllah tidak akan terjadi komplikasi penyakit DM. Semoga bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Posting Komentar