Rabu, 15 Oktober 2014

Merawat Luka Komplikasi Diabetes

Merawat luka Diabetes






Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya luka, yaitu terputusnya kontinuitas jaringan kulit akibat trauma fisik, mekanik, suhu, maupun bahan kimia sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsinya, dan menimbulkan berbagai keluhan seperti, nyeri, demam, dan bengkak.

Secara umum luka dapat sembuh dengan sendirinya sebagai bentuk respon tubuh untuk memperbaiki sendiri apa yang rusak pada bagian tubuhnya, ini terjadi jika dalam tubuh orang tersebut semua sistem berjalan dengan baik dan tidak terdapat penyulit yang dapat menyebabkan tubuh tidak dapat atau lambat melakukan proses penyembuhan.

Apabila kita menjumpai luka yang tidak kunjung sembuh, kita harus berhati-hati. Bisa jadi, kita mengalami apa yang dinamakan luka kronik atau luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua sampai dengan empat pekan. Salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh penderita penyakit diabetes melitus adalah timbulnya luka kronis seperti luka tekan, borok kaki, ulkus kaki diabetik dan jenis lain dari luka yang sulit untuk disembuhkan, kondisi ini disebabkan karena kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol sehingga merusak pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah ke daerah yang mengalami luka berkurang (iskemik).

Penyebab lainnya adalah akibat persyarafan yang kurang sensitif terhadap nyeri (neuropati) . Penderita penyakit gula biasanya baru manyadari ketika lukanya sudah mengeluarkan cairan atau nanah dan terjadi infeksi.

Merawat-luka-diabetes
Bagian tubuh penderita diabetes yang paling sering mengalami perlukaan adalah kaki, jika tidak dirawat dengan teratur dapat mengakibatkan terjadinya infeksi bahkan sampai dilakukan amputasi. Karenanya, penting bagi penderita penyakit diabetes untuk melakukan perawatan diri pada bagian kaki. Tindakan awal berupa upaya pencegahan yang tepat sangat penting untuk dilakukan guna menghindari efek buruk luka pada kaki diabetes adalah sebagai berikut :

1. Memeriksa kaki secara rutin setiap hari, apakah ada luka, lecet, goresan, pembengkakan , tanda tekanan atau retak antara ruang jari-jari kaki, kemerahan atau bengkak di sekitar kuku, masalah sepele pada kaki penderita diabetes dapat memicu masalah yang lebih besar yang mengarah ke amputasi.

2. Potonglah kuku kaki dengan gunting kuku setelah mencuci kaki.

3. Jangan pergi tanpa menggunakan alas kaki, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Karena kaki penderita diabetes sangat mudah untuk menginjak sesuatu yang dapat membuat luka pada jari-jari kaki, lindungi kaki Anda dengan memakai sepatu yang nyaman dan kokoh, yang tidak terlalu ketat atau longgar untuk menghindari lecet pada kaki dan gunakanlah kaus kaki yang berbahan wol atau katun. Jangan lupa, setiap kali akan mengenakan sepatu goyangkan sepatu untuk menghilangkan kerikil atau objek lain yang bersembunyi di dalam sepatu.

4. Cuci dan bersihkan kaki Anda setiap hari menggunakan air hangat dan sabun, lalu keringkan dan berikan perhatian lebih pada jari kaki. Berilah pelembab pada ujung dan jari-jari kaki setidaknya dua kali sehari sehingga kaki Anda terhindar dari kekeringan.

5. Lakukan perawatan ekstra untuk mengeringkan kaki Anda sepenuhnya, terutama diantara jari-jari kaki. Kaki yang lembab atau basah dapat menyebabkan berbagai macam masalah.

6. Apabila kaki lecet atau sudah muncul luka yang sudah bernanah Harus berkonsultasi segera dengan dokter atau perawat spesialis luka yang sudah terlatih.

7. Lakukan latihan kaki secara teratur, ketika duduk dengan memutar pergelangan kaki, goyangkan jari-jari kaki atau gerakkan kaki naik dan turun. Ini semua dapat melancarkan sirkulasi darah dan membantu meminimalkan risiko masalah pada kaki.

8. Wajib berhenti merokok karena kandungan zat racun rokok akan merusak pembuluh darah dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk.

9. Mengontrol kadar gula darah dengan makan diet seimbang dan mengonsumsi secara rutin obat yang diresepkan.

Tips merawat luka diabetes

Bagaimana apabila luka sudah terjadi, upaya perawatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan infeksi dan penanganan luka diabetes oleh keluarga di rumah adalah :

  1. Awali dengan membaca basmalah dan doa terlebih dahulu, kemudian cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan pakai sarung tangan, cuci luka dengan menggunakan sabun cair (sabun cair antiseptik lebih dianjurkan), cairan untuk mencuci luka boleh menggunakan air hangat rebusan daun jambu biji (5 lembar daun jambu biji di rebus dalam 1 liter air sampai menjadi 0,5 liter), cairan tersebut terbukti dapat menggurangi bau khas pada luka diabetes dan melancarkan peredaraan darah. Cairan lain yang dapat digunakan adalah Nacl 0,9 %.
  2. Hindari mencuci dengan cairan yang toksik atau racun untuk luka misalnya H2O2
  3. Keringkan luka menggunakan pinset dan kassa steril
  4. Perhatikan luka dengan detail yang meliputi warna dasar luka, ukuran, jumlah cairan, dan bau.
  5. Apabila warna dasar luka hitam atau kuning, maka itu adalah jaringan mati yang harus dilakukan diangkat (debridemen) oleh perawat/dokter yang sudah terlatih, atau bisa juga dengan menggunakan obat khusus yang dapat melunakan jaringan mati tersebut, sehingga akan mudah untuk dilakukan pengangkatan jaringan, misalnya: hydrogel. Luka yang baik jika warna dasar luka sudah berwarna merah.
  6. Tutup luka dengan menggunakan kassa steril yang dilembabkan dengan NaCl 0,9 %.
  7. Plester/fiksasi dengan menggunakan plester yang aman/hypoalergi, plester tertutup semua bagian kassa (bukan hanya pinggir kassa), untuk menjamin balutan dapat bertahan lama dan mencegah balutan kotor.
  8. Pakai kaos kaki yg lembut, nyaman dan menyerap keringat (terutama saat keluar rumah) untuk menghindari balutan kotor juga memberikan rasa nyaman pada penderita.
  9. Bereskan peralatan yang digunakan dan cuci tangan
Demikian tips pencegahan dan perawatan luka diabetes yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca majalah kesehatan muslim dimanapun Anda berada.

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Posting Komentar