Selasa, 07 Oktober 2014

Obat Diabetes Mellitus

Cara mengobati diabetes






Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang sulit disembuhkan, namun dapat dikendalikan. Tujuan dari pengobatan diabetes adalah menjaga kadar gula darah penderita sampai mendekati atau mencapai batas normal (gula darah puasa 90-130 mg/dL), tanpa menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah di bawah normal), sehingga dapat memperlambat atau bahkan mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi.
Pengobatan DM harus menyeluruh, meliputi perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obat penurun kadar gula darah.

• Perubahan Gaya Hidup:

1. Menjaga berat badan : berat badan yang ideal akan membantu menjaga kestabilan gula darah, tekanan darah dan kolesterol.

2. Berhenti merokok : merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jadi bagi penderita yang merokok, seharusnya segera berhenti merokok.

3. Makan makanan yang sehat : pola makan yang disarankan adalah pola diet rendah lemak, garam dan gula. Namun, bukan berarti harus pantang gula dan lemak sama sekali. Gula dan lemak dapat dikonsumsi dalam porsi sedang.

4. Olahraga : Olahraga yang sebaiknya dilakukan adalah olahraga teratur dengan durasi minimal 30 menit setiap hari, sebanyak lima kali dalam seminggu. Olahraga rutin membantu untuk tetap sehat dan menjaga berat badan tetap ideal. Sedangkan jenis olahraga yang dianjurkan adalah yang bersifat aerobic, seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang.

• Obat untuk diabetes melitus :
obat-diabetes
Diabetes mellitus tipe 1 harus mendapatkan suntikan Insulin, sedangkan diabetes mellitus tipe 2 dapat diberikan obat-obatan oral, suntikan insulin, atau kombinasi keduanya. Berikut penjelasan singkat obat-obatan pada DM:

1. Sulfonilurea
Kelompok obat ini mencakup asetoheksamida klorpropamida, glibenklamida, gliklazida,tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain.
Sulfonilurea adalah obat-obatan pilihan pertama yang diberikan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Obat ini merangsang pelepasan insulin oleh sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans di dalam pankreas. Namun, obat ini tidak merangsang produksi insulin. Sulfonilurea biasanya direkomendasikan 30 menit sebelum makan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

2. Biguanida
Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah Metformin. Obat ini menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi adalah proses di mana kandungan oksigen pada suatu senyawa kimia meningkat. Biguanida juga mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa di dalam hati.

3. Insulin
Insulin dari luar diberikan untuk memenuhi kekurangan insulin dalam tubuh dan untuk menjaga agar sel-sel beta pankreas tidak mengalami kelelahan dalam memproduksi insulin. Insulin hanya dapat diberikan melalui suntikan, dengan menyuntikkan jarum yang sangat kecil ke bawah kulit pada lengan, paha, atau dinding perut.

Satu hal penting yang harus dimengerti dalam pengobatan diabetes adalah, bahwa pengobatan harus dilakukan secara terus menerus. Hal ini memang akan sedikit melelahkan, akan tetapi sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya komplikasi. Kadar gula darah yang normal pada satu kali atau beberapa kali pemeriksaan bukanlah sebab untuk menghentikan pengobatan. Pemantauan terhadap kadar gula darah harus terus menerus dilakukan secara berkala, baik di laboratorium maupun secara mandiri dengan menggunakan glukometer. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium lain yang berkaitan, seperti kadar HbA1C, profil lemak darah, dan kadar kolesterol darah. Hasil-hasil pemeriksaan darah tersebut hendaknya dikonsultasikan secara rutin ke dokter, sehingga dokter dapat memantau perkembangan penyakit, memberikan saran agar pengobatan lebih efektif, dan menyesuaikan dosis obat atau insulin yang diberikan.

Setelah mengenal diabetes mellitus lebih dekat, baik gejalanya, deteksinya, pencegahannya, bahkan komplikasinya, ada baiknya bagi kita yang masih sehat untuk waspada terhadap penyakit ini. Caranya, dengan membiasakan diri kita dan keluarga kita untuk hidup lebih sehat, mulai dari memperhatikan pola makan, mengkonsumsi banyak buah dan sayur, menjaga berat badan agar ideal, menghindari kebiasaan-kebiasaan berbahaya seperti merokok, membiasakan olahraga, dan lebih aktif dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bagi Anda yang telah mengidap penyakit ini, tidak perlu terlalu cemas, asalkan tetap berusaha melakukan pengobatan secara rutin dan senantiasa memantau kesehatan Anda. Jangan lupa juga untuk selalu meminta kesehatan pada Allah dalam dzikir pagi dan sore kita. Dan semoga, Allah selalu menjaga kesehatan kita.

Sumber : Majalah Kesehatan Muslim

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Posting Komentar