Senin, 06 Oktober 2014

Penyebab, Faktor Risiko Diabetes dan Gejala Diabetes

Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes






Sebagian besar penyebab diabetes tipe 1 adalah adanya kelainan sistem kekebalan (system imun). Sistem kekebalan yang tidak normal ini menghancurkan sel-sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Berbeda dengan tipe tersebut, penyebab diabetes tipe 2 tidak diketahui, namun sering dihubungkan dengan penimbunan lemak dan gaya hidup yang tidak sehat. Sama seperti penyebabnya, faktor risiko diabetes pun didasarkan pada tipe diabetes. Faktor risiko diabetes tipe 1, meskipun tidak pasti, diperkirakan karena keturunan dan infeksi virus, terutama virus Coxsackie B4, sedangkan faktor risiko diabetes tipe 2 adalah:
  • Banyaknya lemak tubuh: semakin banyak lemak pada jaringan tubuh, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
  • Perilaku pasif: perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar dan menumpuk. Sebaliknya, aktifitas fisik akan membantu mengontrol dan memperbanyak penggunaan glukosa untuk energi tubuh, sehingga sel pun semakin sensitif terhadap insulin.
  • Faktor keturunan: adanya keluarga dekat yang pernah mengidap diabetes, meningkatkan risiko terkena diabetes.
  • Usia: usia yang bertambah meningkatkan risiko karena aktifitas fisik cenderung menurun.

Pencegahan Diabetes


Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah, akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti : makan makanan sehat yang rendah kalori dan lemak, sering melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga, dan menjaga berat badan selalu ideal.

Gejala-gejala Diabetes

gejala-gejala Diabetes
Gejala khas diabetes yang tidak dikelola dengan baik adalah sering berkemih (poliuria), sering haus (polidipsi), dan sering lapar (polifagi). Gejala ini dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi dapat juga berjalan lambat atau bahkan tidak jelas. Selain itu, ada pula gejala yang tidak khas, seperti: penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lelah, mual, muntah, rasa tidak enak di perut, penglihatan menjadi kabur, warna kulit menjadi lebih gelap, adanya luka yang sulit sembuh, kesemutan dan mati rasa pada kaki.

Selain dengan adanya gejala-gejala di atas, diagnosis diabetes mellitus juga harus ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium . Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjang diagnosis diabetes adalah:
  • Kadar gula darah puasa lebih atau sama dengan 126mg/dl (7.0 mmol/l)
  • Kadar Glukosa darah 2jam setelah makan atau setelah pemberian 75g glukosa oral pada tes toleransi glukosa mencapai 200 mg/dl (11.1 mmol/l)
  • Terdapat gejala-gejala kenaikan kadar gula darah (hiperglikemi) dan kadar gula darah sewaktu mencapai 200mg/dl
  • Kadar Hb A1C mencapai 6,5% atau lebih
Diagnosis ditegakkan apabila terdapat gejala yang jelas dengan salah satu hasil laboratorium positif, sedangkan hasil yang positif tanpa ada gejala yang jelas harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan ulang satu atau lebih dari metode di atas pada hari yang lain. Pemeriksaan ulang yang dianjurkan adalah kadar gula darah puasa, karena pemeriksaan ini lebih mudah dilakukan. Kadar glukosa darah puasa lebih dari 126 mg/dl pada dua kali pengukuran dapat menentukan diagnosis diabetes.

Sumber : Majalah Kesehatan Muslim

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Posting Komentar