Rabu, 28 Mei 2014

Diabetes Type 2

Penjelasan tentang Diabetes Tipe 2






Diabetes tipe 2 adalah istilah yang menggambarkan adanya gangguan metabolisme yang mempunyai penyebab dan derajat keparahan yang berbeda. Biasanya, akibatnya adalah disfungsi progresif dari sel-sel beta di pankreas dan penurunan kemampuan sel-sel tubuh untuk menggunakan insulin  dengan baik (resistensi insulin).

Apa itu diabetes tipe 2


Penyebab diabetes tipe 2 belum diketahui secara pasti, namun secara umum hal ini terjadi karena kombinasi antara faktor genetik dan faktor eksternal / lingkungan. Faktor-faktor tersebut eksternal meliputi aktivitas fisik yang kurang dan peningkatan asupan kalori /gula dan lemak.

Faktor-faktor ini menyebabkan terjadinya penyakit obesitas dan diabetes tipe 2 yang saat ini telah menjadi epidemi global. Menurut data dari IDF (International Diabetes Federation), penderita diabetes tipe 2 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 54% pada tahun 2025.

Faktor risiko diabetes tipe 2 adalah:

  • Riwayat keluarga diabetes tipe 2
  • Umur diatas 45
  • Adanya indikasi gangguan toleransi glukosa
  • Abnormal tes toleransi glukosa
  • Peningkatan berat badan
  • Gestational diabetes (Diabetes pada saat kehamilan) atau riwayat melahirkan bayi dengan makrosomia

Gejala-gejala diabetes tipe 2


Gejala-gejala yang terjadi pada diabetes tipe 2 sama dengan yang terjadi pada diabetes tipe 1. Namun, sekitar 50% orang dengan diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala dan biasanya baru dapat didiagnosis dalam pemeriksaan acak atau tidak sengaja.

Hal yang juga penting untuk dicatat adalah bahwa sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 biasanya sudah mengalami komplikasi pada saat pertama kali didiagnosis. Biasanya penyakit diabetes tipe 2 telah terjadi bertahun-tahun sebelum diagnosis pertama.
Pada kebanyakan pasien, penyakit ini menyerang secara diam-diam dengan gejala atipikal atau non-spesifik seperti:
  • Infeksi kulit berulang
  • Infeksi saluran kemih berulang (misalnya, jamur)
  • Penyakit pada gigi dan gusi yang sering kambuh (misalnya, periodontitis)
  • Kelemahan otot dan kram
adalah beberapa gejala original, non-spesifik dan manifestasi penyakit diabetes.

Pada tahap selanjutnya, muncul gejala-gejala khas diabetes seperti poliuria, polidipsia, nokturia (sering kencing pada malam hari lebih dari 2 kali), penyembuhan luka yang lama dan penurunan berat badan.

Jika diabetes tipe 2 dibiarkan dan tidak dirawat dengan baik, maka kemungkinan terjadi komplikasi akan menjadi lebih tinggi. Diabetes tipe 2 biasanya menimbulkan sejumlah besar komplikasi dan berpotensi dapat menyerang dan merusak semua organ tubuh. Sebagian besar komplikasi diabetes tipe 2 bersifat jangka panjang karena fakta bahwa diabetes dapat menyebabkan vasculopathy secara umum, yang mempengaruhi pembuluh kecil (mikroangiopati) dan pembuluh darah besar (macroangiopathy).

Selain itu juga komplikasi mikrovaskuler di mata, ginjal dan sistem saraf.  Juga microangiopathy disertai komplikasi pada jantung, otak dan pembuluh perifer (misalnya kaki).

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengaturan kadar glukosa mampu memberikan kontribusi sangat signifikan untuk mengurangi terjadinya komplikasi mikrovaskuler dan sebagian besar dari makrovaskuler.


Artikel terkait Penyakit :







Posting Komentar