Minggu, 25 November 2012

Penyakit jantung koroner

Definisi Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyempitan yang terjadi pembuluh darah kecil / arteri di jantung yang memasok darah dan oksigen ke jantung. PJK juga disebut penyakit arteri koroner.

Nama alternatif
Penyakit arteri koroner, penyakit jantung arteriosclerotic, Penyakit jantung koroner.

Penyebab, angka kejadian, dan faktor risiko
penyakit jantung koroner
Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh kondisi yang disebut aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak di dinding arteri di jantung.  Hal ini menyebabkan arteri utama yang memasok darah ke jantung, yang membawa nutrisi dan oksigen mengalami penyempitan. Ketika arteri koroner menjadi  sempit, maka aliran darah ke jantung menjadi lebih lambat atau bahkan berhenti, sehingga menyebabkan kematian dari dari sebagian sel-sel jantung. Hal ini dapat menimbulkan gejala-gejala seperti  nyeri dada (angina stabil) yang menjalar ke punggung, lengan, sesak napas, dan gejala lain, biasanya terjadi ketika Anda sedang aktif.

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian pada pria dan wanita.
Banyak hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner:
  • Pria ber usia 40-an memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner daripada wanita. Tapi pada perempuan, ketika mereka semakin tua (terutama setelah mereka mencapai masa menopause), kemungkinan mereka untuk terkena serangan jantung meningkat menjadi hampir sama seperti pada pria.
  • Faktor genetik (keturunan). Seseorang yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit jantung lebih mungkin untuk memdapatkan resiko ini - terutama jika anggota keluarga tersebut mengalaminya  sebelum berusia 50 tahun. Risiko untuk mengalami PJK meningkat seiring dengan perjalanan usia yang semakin tua.



  • Diabetes merupakan faktor risiko yang kuat untuk penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko Anda untuk terkena  penyakit jantung  koroner dan gagal jantung.
  • Kadar kolesterol yang abnormal: LDL (kolesterol jahat) seharusnya serendah mungkin, dan kadar HDL Anda (kolesterol  baik) harus setinggi mungkin untuk mengurangi risiko PJK.
  • Sindrom metabolik bisa mamicu kadar trigliserida yang tinggi, tekanan darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar insulin yang meningkat. Orang dengan kelompok masalah  ini memiliki peluang untuk menderita  penyakit jantung.
  • Perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dibanding bukan perokok.
  • Penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan risiko PJK.
  • Sudah memiliki aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah di bagian tubuh yang lain (contohnya  adalah stroke dan aneurisma aorta perut) meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung koroner.
  • Faktor risiko lain meliputi konsumsi  alkohol, tidak cukup berolahraga, dan memiliki stres berlebihan.
Zat-zat yang  terkait dengan peradangan dalam tingkat yang lebih tinggi dari normal, seperti protein C-reaktif dan fibrinogen saat ini sedang diteliti, apakah mungkin merupakan indikator dari peningkatan risiko penyakit jantung atau tidak.

Peningkatan kadar zat-zat kimia dalam tubuh seperti homocysteine, asam amino, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung.

Artikel terkait Penyakit :









Posting Komentar