Minggu, 21 September 2014

Manfaat minyak zaitun untuk kesehatan (bag. 2)

Minyak zaitun dapat mengurangi risiko kanker payudara.






Tim ilmuwan dari Universitat Autonoma de Barcelona di Spanyol, menemukan mekanisme kunci bagaimana cara minyak zaitun melindungi tubuh dari kanker payudara, yang berbeda dengan minyak nabati lainnya.
Mereka menyimpulkan bahwa minyak zaitun mampu mengurangi aktivitas p21ras (onkogen), mencegah kerusakan DNA, meningkatkan aktivitas dalam memerangi sel tumor dan memicu perubahan pada jalur protein.

Tim tersebut menemukan bahwa meskipun jagung - yang kaya akan omega-6 yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda - tapi malah meningkatkan agresivitas tumor, sedangkan minyak zaitun memiliki efek sebaliknya.

Minyak zaitun membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal


Sebuah penelitian di Jepang yang diterbitkan dalam "Medical Science Monitor", menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata kolesterol LDL - menurun pada 28 pasien rawat jalan yang mengkonsumsi minyak zaitun sekali sehari selama enam minggu.

LDL (low density lipoprotein) sering disebut sebagai "kolesterol jahat." Sedangkan "kolesterol baik" disebut HDL (high density lipoprotein).

Para penulis studi tersebut menyimpulkan bahwa: Hasil ini menunjukkan efek yang sangat menguntungkan dari minyak zaitun terutama dalam hal kadar lipoprotein.

Minyak zaitun mampu mencegah penyakit Alzheimer.


Oleocanthal adalah fenol alami yang ditemukan dalam minyak zaitun. Dalam percobaan di laboratorium dengan tikus, para peneliti menemukan bahwa Oleocanthal mampu membantu menghilangkan protein abnormal dari otak pada Penyakit Alzheimer.

Beberapa waktu  lalu, para peneliti telah menjelaskan bahwa kasus penyakit Alzheimer di negara-negara Mediterania lebih rendah, di mana konsumsi minyak zaitun lebih tinggi.

Amal Kaddoumi dan timnya telah melakukan penelitian untuk menentukan apakah Oleocanthal dapat membantu mengurangi akumulasi beta-amyloid, yang diduga merupakan penyebab penyakit Alzheimer. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Chemical Neuroscience.

Tim tersebut memantau efek Oleocanthal dalam kultur jaringan otak dan juga pada otak tikus percobaan.

Mereka menemukan bahwa baik dalam kultur sel-sel otak, dan dalam otak tikus, ada peningkatan produksi dua protein dan enzim penting yang stabil, yang dianggap sangat penting untuk menghilangkan beta - amiloid dari otak.

Para peneliti menyimpulkan bahwa: Oleocanthal yang berasal dari minyak zaitun dalam diet Mediterania, berpotensi mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan neurodegeneratif demensia.

Minyak zaitun membantu mencegah pankreatitis akut.


Minyak zaitun kaya akan asam oleat dan hydroxytyrosol, yang mempunyai pengaruhi pada perkembangan pankreatitis akut (peradangan tiba-tiba pankreas).

Para peneliti dari University of Granada di Spanyol, membuat percobaan in vitro. Hasilnya menunjukkan bahwa komponen dalam minyak zaitun dapat mencegah timbulnya pankreatitis akut.

Peneliti utama, María López Belén Millán mengatakan: Kami memiliki bukti kuat tentang proses oksidatif-inflamasi yang merupakan penyebab timbulnya penyakit kronis, dan diet yang memainkan peran penting dalam proses ini.

Minyak zaitun extra virgin melindungi hati.


Para peneliti di University of Monastir, Tunisia, dan Universitas Raja Saud di Arab Saudi, melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa minyak zaitun extra virgin dapat melindungi hati dari stres oksidatif.
Stres oksidatif mengacu pada kerusakan sel yang berhubungan dengan reaksi kimia antara radikal bebas dan molekul lain di dalam tubuh. Dengan kata sederhana, stres oksidatif sama dengan kerusakan seluler.

Dalam penelitian ini, yang diterbitkan dalam BioMed Central, Dr Mohamed Hammami dan rekan-rekannya melaporkan bahwa tikus percobaan yang terpapar zat herbisida beracun sedang, yang diberikan diet yang mengandung minyak zaitun, mereka terhingar dari kerusakan hati.

Hammami mengatakan bahwa ada bukti bahwa  minyak zaitun memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, pencegahan beberapa jenis kanker dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Di sini, kita dapat mengatakan bahwa minyak zaitun mampu melindungi jaringan hati adri kerusakan oksidatif.

Minyak zaitun mencegah radang pada usus besar.


Ulcerative colitis, adalah sebuah istilah yang cukup umum (kronis) yaitu gangguan atau penyakit yang menyebabkan peradangan di usus besar (kolon). Ini adalah jenis penyakit radang usus, yang mirip dengan penyakit Crohn, yang merupakan gangguan serupa.

Para ilmuwan di University of East Anglia, di Inggris, mengatakan konsumsi minyak zaitun , bisa membantu dalam pengobatan radang borok usus besar.

Dr Andrew Hart dan timnya mengumpulkan dan menganalisis data pada lebih dari 25.000 orang yang tinggal di Norfolk, Inggris, dan berusia antara 40 dan 65 tahun. Para relawan yang terlibat dalam studi EPIC (European Prospective Investigation into Diet and Cancer), periode 1993 hingga 1997. Tak satu pun dari mereka memiliki radang pada usus besar pada awal penelitian.

Dalam review pada tahun 2004, para peneliti membandingkan diet dari orang-orang yang telah menderita kolitis ulseratif dengan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut. Mereka menemukan bahwa peserta dengan asupan asam oleat yang tinggi - yang merupakan komponen dari minyak zaitun- berisiko 90% lebih rendah untuk terkena radang usus besar dibandingkan dengan mereka dengan asupan  yang rendah.

Dr Hart mengatakan asam oleat membantu mencegah perkembangan radang borok usus besar, mencegah zat kimia dalam usus, mengurangi peradangan  pada penyakit ini. Kami memperkirakan bahwa sekitar setengah dari kasus radang borok usus besar bisa dicegah, jika mereka mengkonsumsi kuantitas yang lebih besar dari asam oleat. Dua sampai tiga sendok makan minyak zaitun per hari akan memiliki efek perlindungan.





Posting Komentar