Nama saya Siswanto namun saya dipanggil Pakde Chon . Ini adalah beranda saya: Saya tinggal di Madiun, dan bekerja sebagai Perawat di Puskesmas ACME Corp .

Rabu, 12 November 2014

Manfaat minyak ikan bagi kesehatan

Manfaat kesehatan dari minyak ikan






Bukan rahasia lagi bahwa minyak ikan mampu mengurangi peradangan dan membantu kesehatan pencernaan. Tapi ada beberapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa manfaat dari minyak ikan lebih banyaklagi, mulai dari menjaga kepadatan tulang, membakar lemak dan meningkatkan kekuatan otak. Berikut ini adalah enam hal yang mungkin anda tidak tahu tentang minyak ikan:

1. Melindungi diri anda dari polusi udara

Salah satu dari sekian banyak manfaat dari minyak ikan adalah melindungi jantung Anda dari polusi udara. Menurut sebuah studi di AS yang diterbitkan pada tahun 2012 yang dilakukan pada dua puluh sembilan relawan setengah baya. Mereka dibagi mejadi 2 kelompok. Satu kelompok menerima tiga gram minyak ikan dan yang lain diberikan plasebo setiap hari selama empat minggu dan kemudian mereka dipaparkan pada udara yang tidak bersih selama dua jam.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang menerima minyak ikan mendapatkan efek negatif yang tidak sama dengan mereka yang hanya menerima plasebo. Suplemen kaya asam lemak omega - 3 ini ternyata mampu memberikan perlindungan terhadap efek buruk pada jantung dan lipid yang terkait dengan paparan polusi udara. Ini menjadi alasan bahwa minyak ikan sangat diperlukan bagi mereka terutama yang tinggal di kota.

2. Mengurangi gejala osteoarthritis

manfaat-minyak-ikan-omega-3
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Bristol, asam lemak omega - 3 yang terdapat dalam minyak ikan secara signifikan dapat mengurangi tanda-tanda dan gejala osteoarthritis.

3. Menghambat proses penuaan

Semakin meningkat bukti yang menunjukkan bahwa pemendekan telomere (DNA yang ada di ujung kromosom) dapat menghambat fungsi stem cell dan regenerasi sel yang menyebabkan penuaan yang tidak sehat. Sebuah studi 2010 menunjukkan hubungan antara kadar minyak ikan dan kecepatan pemendekan telomere selama lima tahun. Hal menjelaskan efek perlindungan asam lemak omega - 3 terhadap proses penuaan.

4. Meningkatkan pembakaran lemak

Ketika Peter Howe dan rekan-rekannya di University of South Australia mempelajari efek dari diet dan olahraga untuk tubuh, mereka menemukan bahwa suplemen minyak ikan dan olahraga adalah kombinasi yang ampuh untuk menghilangkan lemak. Selama studi, orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas dengan sindrom metabolik, dengan risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung,  mengkonsumsi asam lemak omega - 3 yang berasal dari minyak ikan setiap hari dalam kombinasi dengan olahraga aerobik sedang tiga kali seminggu selama 12 minggu.
Lemak tubuh yang tersimpan dalam tubuh, khususnya di perut berkurang secara signifikan pada kelompok yang menerima minyak ikan bersama dengan aktivitas fisik, tetapi tidak pada orang-orang yang menggunakan minyak ikan atau latihan saja. Kemampuan sensitifitas insulin dari DHA, manfaat anti-inflamasi dari EPA, dan kemampuannya dalam membakar lemak, membuat suplemen minyak ikan menjadi pilihan.

5. Meningkatkan Kekuatan otak dan memori

manfaat-minyak-ikan-bagi-kesehatan
Para peneliti telah menemukan korelasi positif antara suplemen minyak ikan dan kognitif dan perbedaan struktur otak antara pengguna dan non-pengguna suplemen minyak ikan. Dibandingkan dengan non-pengguna, pengguna suplemen minyak ikan mempunyai fungsi kognitif yang lebih baik selama penelitian.

Ini adalah penemuan yang unik, bahwa ada hubungan yang jelas antara minyak ikan dan kualitas otak di dua area penting di otak yang digunakan dalam proses memori dan berpikir (korteks serebral dan hipokampus). Dengan kata lain, penggunaan minyak ikan berhubungan dengan penyusutan otak yang lebih sedikit pada pasien yang memakai suplemen ini. Diet yang rendah akan asam lemak omega-3, dapat menyebabkan proses penuaan otak yang lebih cepat dan kehilangan beberapa memori serta kemampuan berpikir. Tambahkan minyak ikan ke daftar suplemen harian Anda untuk menjaga agar otak anda tetap sehat sepanjang tahun.

6. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Ketika bicara tentang pemeliharaan kepadatan tulang, tidak seharusnya Anda hanya mengkonsumsi suplemen kalsium, vitamin D dan magnesium. DHA dalam asam lemak Omega 3 sangat penting untuk kesehatan tulang. Para peneliti membandingkan reaksi omega-6 DPA dan omega-3 DHA dalam pertumbuhan tulang panjang pada tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi makan omega-6 memiliki kepadatan tulang dan mineral yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang diberi diet dengan dilengkapi dengan omega-3.

referensi:

Natasha Turner, N.D





Pengertian diet makrobiotik | Diet makrobiotik adalah

Pengertian diet makrobiotik





Diet makrobiotik adalah diet rendah lemak dan tinggi serat, yang dikembangkan oleh George Ohsawa, seorang pengajar asal Jepang. Sejak ditemukan hingga saat ini, diet ini telah mengalami beberapa perubahan. Namun, pada dasarnya, diet makrobiotik adalah diet lemak lemak dan tinggi serat. Makanan yang dapat dikonsumsi dalam diet ini terutama makanan yang berasal dari tumbuhan dan termasuk biji-bijian dan sayuran. Produk kedelai yang kaya phytoestrogen, juga merupakan bagian penting dari diet ini.

Meskipun dasar dari diet makrobiotik tetap sama, namun penerapannya telah dimodifikasi berdasarkan pada beberapa faktor seperti iklim, musim, umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan.

Bermanfaat untuk Pasien Kanker?


Diet makrobiotik meliputi diet rendah lemak, tinggi serat, diet yang sama seperti yang diterapkan pada orang-orang yang menderita kanker dan penyakit kronis lainnya.

Diet ini juga mencakup kandungan phytoestrogen, yang telah ditemukan dan dipercaya dapat mengurangi risiko kanker yang terkait dengan gangguan estrogen seperti pada kanker payudara. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak pasien kanker mulai beralih ke diet makrobiotik. Namun, bukti-bukti medis hingga saat ini belum dapat memberikan cukup bukti bahwa diet makrobiotik dapat membantu dalam pencegahan dan pengobatan kanker.

Menu diet makrobiotik


Dalam menu diet makrobiotik, makanan yang dikonsumsi terdiri minimal 50-60 persen biji-bijian (termasuk beras merah, gandum utuh, buah beri, jawawut, gandum, jagung, dll).
25 sampai 30 persen dari diet ini terdiri sayuran. Dari total sayuran tersebut, 1/3 darinya dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah. Sedangkan 2/3 sisanya harus dikonsumsi dalam kondisi matang boleh dikukus, direbus, atau tumis.

Anda harus makan biji-bijian atau kacang-kacangan setiap hari dalam bentuk produk olahan seperti tahu atau tempe. Kacang-kacangan adalah 10 persen dari asupan makanan anda sehari-hari.
Sup juga merupakan bagian yang sangat penting dari diet makrobiotik. Anda harus mengkonsumsi 1-2 mankuk sup setiap hari. Yang paling umum adalah sup fermentasi kedelai, terutama miso dan shoyu (makanan jepang).

Produk tepung, seperti oat, sereal, pasta, roti, kue-kue, dll, hanya boleh dimakan sesekali saja.
Diet makrobiotik tidak meliputi produk hewani. Hanya boleh beberapa kali saja dalam seminggu, dan dalam jumlah yang sangat kecil. Namun, yang boleh dikonsumsi adalah pada makanan laut dan daging unggas, sedangkan telur dan produk susu harus dihindari.

Anda juga dapat mengambil biji-bijian dan kacang-kacangan saat menjalani diet makrobiotik, tetapi harus dalam jumlah sedang.
Diet makrobiotik memperbolehkan anda mengkonsumsi buah-buahan lokal. Namun, buah-buahan seperti mangga, pepaya dan nanas tetap harus dihindari.

Mengenai makanan manis anda tak perlu khawatir. Anda juga dapat memakan makanan manis dalam diet ini, tapi tidak lebih dari 2-3 kali seminggu. Namun, yang harus diperhatika adalah, penggunaan pemanis harus yang alami seperti gula, madu, sirup, cokelat .
Selama diet ini, makanan harus dimasak dalam minyak sayur. Minyak wijen, minyak jagung dan minyak biji sesawi adalah yang terbaik.

Bumbu dan penyedap harus dibatasi hanya garam laut alami, shoyu, cuka beras merah, cuka umeboshi, plum umeboshi, parutan jahe, acar fermentasi, gomashio (biji wijen panggang), rumput laut panggang, dan irisan daun bawang.

Perhatian
Diet makrobiotik kekurangan beberapa nutrisi seperti berikut:
  • Protein
  • Vitamin B12
  • Zat Besi
  • Magnesium







Senin, 10 November 2014

Manfaat lidah buaya untuk kesehatan dan kecantikan

Beberapa manfaat  lidah buaya






Aloe vera atau lidah buaya, tanaman yang banyak tumbuh di halaman, ia memiliki banyak manfaat. Bahkan, banyak produk kosmetik dan antiseptik yang mengandung lidah buaya sebagai bahan baku. Bagaimana dengan kita?

Apakah kita telah memanfaatkan lidah buaya  dengan baik?


Lidah buaya memiliki nama latin Aloe barbadensis. Berbagai senyawa dalam lidah buaya membuatnya kaya akan manfaat bagi kesehatan. Berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya antara lain adalah mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan lektin. Selain itu, lidah buaya juga mengandung senyawa lain yang termasuk dalam kelompok enzim yang meliputi asam amino, vitamin, mineral, dan polisakarida.

Beberapa manfaat lidah buaya untuk kesehatan dan kecantikan adalah:


1. Detoksifikasi

Mengonsumsi jus lidah buaya dapat menetralisir racun dalam tubuh karena kandungan antioksidannya. Selain itu, kami juga bisa mendapatkan keuntungan dari kandungan vitamin dan mineral di dalamnya.

2. Merangsang pertumbuhan sel kulit baru

Tak heran bila banyak produk kosmetik yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan baku. Kandungan lignin yang ada dalam lidah buaya dapat menembus dan meresap ke dalam kulit dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Sehingga kulit kita tidak terlihat kusam, tidak kering, dan terlihat lebih muda. Selain itu, lidah buaya juga dapat mencegah hilangnya cairan tubuh, yang keluar melalui permukaan kulit.

3. Menyembuhkan luka bakar ringan

Dengan sifatnya mendinginkan, lidah buaya dapat digunakan untuk mengobati luka bakar. Kandungan saponin dalam lidah buaya bertindak sebagai pembersih luka, anti infeksi, dan antimikroba. Dalam dunia perawatan kulit, lidah buaya juga dapat menghilangkan jerawat, menyembuhkan luka bakar, dan mengurangi peradangan pada kulit.

4. Diabetes

Aloe emodin, salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya dari kelas antrakuinon dapat membantu mengubah glukosa menjadi glikogen. Sehingga kadar gula dalam darah bisa turun.

5. Pencahar alami

Zat Glycosidesaloin A dan B dari grup antrakuinon dalam lidah buaya berguna sebagai pencahar alami.

6. Menjaga berat badan

Jus lidah buaya telah digunakan untuk menurunkan berat badan selama bertahun-tahun yang lalu. Hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan polisakarida, yang dapat membuat kita cepat merasa kenyang, dan juga efek pencahar nya.

7. Sistem kekebalan tubuh

Lidah buaya kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

8. Mengatasi masalah rambut

Sejak dulu, lidah buaya telah dikenal mampu memecahkan berbagai masalah rambut seperti ketombe, membuat rambut mengkilap, dan menyuburkan rambut.

Berikut adalah beberapa cara untuk memanfaatkan lidah buaya untuk kesehatan


1. Laringitis

1 batang lidah buaya dicuci, dikupas, dan dipotong-potong atau diblender. Tambahkan air panas dan 1 sendok makan madu. Minum 3 kali sehari.

2. Ambeien

Setengah dari daun lidah buaya dicuci dan diparut. Tambahkan setengah cangkir air panas dan peres. Tambahkan 2 sendok makan madu dan minum 3 kali sehari ketika hangat.

3. Sembelit

Setengah daun lidah buaya dicuci, dikupas, dan dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah gelas air hangat dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum dua kali sehari saat hangat.

4. Diabetes mellitus

2 biji daun lidah buaya dicuci, dan dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum setengah cangkir 3 kali sehari.

5. Menyuburkan rambut

2 daun lidah buaya dicuci bersih kemudian dikupas. Gosokkan pada kulit kepala yang telah dibasahi di sore hari. Bungkus rambut dengan handuk. Bilas rambut Anda keesokan harinya. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

6. Batuk

20 g lidah buaya dicuci, dikupas, dan dipotong-potong. Tambahkan air mendidih dan 2 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari selama 10 hari.







Minggu, 09 November 2014

Okinawa Program / Diet Okinawa

Langsing dan sehat dengan Program Okinawa






Program Okinawa terinspirasi oleh kebiasaan hidup penduduk di kepulauan Okinawa. Warga Okinawa adalah orang-orang yang panjang umur dan selalu sehat, tanpa penyakit jantung, kanker dan penyakit kronis lainnya. Program Okinawa ini didasarkan pada penelitian pada kebiasaan hidup penduduk di Okinawa. Selama 25 tahun terakhir oleh J. Badley Willcox, MD, MSc, dari Division on Aging di Harvard Medical School, bersama saudara kembar nya D. Craig Willcox Ph.D., gerontolos dan antropolog, Okinawa Cenetarian Studi, dan Makato Suzuki MD. , PhD., ahli jantung geriatri, dari Okinawa International University. Penelitian ini meliputi pola makan, senam kebugaran, bagaimana cara mereka mengatasi stres, serta keberhasilan warga Okinawa dalam menggabungkan cara-cara Barat dan Timur untuk menjaga kesehatan mereka.

Prinsip dasar dari diet Okinawa disebut Nuchi Cusui, yang mengacu pada keseimbangan dalam tiga hal, yaitu: tinggi karbohidrat, rendah kalori dan berasal dari tanaman. Sepintas diet ini mirip dengan diet piramida makanan seperti yang diterapkan oleh warga Amerika Serikat (AS Daily Allowance). Namun Nuchi Gusui dengan jelas membagi antara makanan yang boleh dimakan setiap hari, dan yang hanya boleh dimakan seminggu sekali. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda sering makan makanan tertentu atau tidak.

Makanan yang termasuk kelompok 'makanan harian' adalah nasi, roti, mie, sayuran, buah-buahan, makanan yang mengandung flavonoid dan kalsium, omega 3, minyak sayur dan rempah-rempah. Sementara makanan yang dimakan mingguan adalah daging, unggas, telur dan makanan manis. Pada dasarnya, diet Okinawa memperbolehkan Anda memakan semua jenis makanan, tapi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan harus seimbang.

Hal-hal yang dijanjikan oleh Program Okinawa


Keseimbangan antara makanan tinggi karbohidrat, rendah kalori dan makanan yang bersumber dari tumbuhan akan membuat tubuh Anda tetap langsing, awet muda dan terhindar dari risiko penyakit jantung, stroke dan kanker.

Penggunaan minyak canola yang mengandung lemak tak jenuh yang tinggi untuk memasak, juga dapat menekan kadar 'kolesterol jahat' (LDL). Program Okinawa juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas fisik. Yang paling populer adalah senam tai chi. Olahraga ini adalah kombinasi antara kekuatan dan jiwa. Dengan demikian Anda tidak hanya akan mendapatkan tubuh langsing, tetapi juga akan selalu merasa lebih bugar, lebih percaya diri, dan bebas dari stres.

Kekurangan dari program Okinawa


- Program Okinawa memang tampak sangat ideal, tetapi bagi mereka yang tinggal di kota, yang segalanya dituntut serba cepat dan praktis, mungkin akan sedikit rumit. Dibutuhkan waktu khusus untuk menyiapkan makanan, karena banyak jenis makanan yang harus dikonsumsi setiap hari dengan porsi yang sudah ditetapkan.

- Penggunaan minyak canola kurang umum, dan harganya juga cukup mahal bila dibandingkan dengan minyak kelapa.

Tips untuk berhasil dalam menjalankan program Okinawa


- Kesabaran adalah kunci sukses dalam menjalankan program ini. Jika Anda melakukan seluruh program sekaligus, akan sulit bagi Anda. Tapi Anda bisa melakukannya secara bertahap. Misalnya, mulai dengan mengikuti pola makan mereka. Jika sudah mahir, Anda dapat melanjutkan dengan program yang lain, seperti aktivitas fisik atau cara mengelola stres.







Sabtu, 08 November 2014

Menghilangkan komedo secara alami

Bagaimana cara menghilangkan komedo secara alami?





Komedo dapat mengurangi tingkat seseorang kepercayaan, terutama bagi seorang wanita. Menghilangkan komedo adalah hal yang sulit jika kita tidak tahu langkah-langkahnya. Komedo adalah masalah pada kulit wajah, yang sering terjadi pada masa remaja. Pada seorang gadis remaja, komedo merupakan masalah yang sangat serius karena dapat mengurangi keindahan kulit mereka.

Saat ini, berbagai jenis produk penghilang komedo banyak beredar di pasaran. Namun, kita seringkali ragu-ragu untuk menggunakannya, karena kita tidak tahu jenis kulit kita sendiri dan dampak dari penggunaan penghilang komedo ini pada kulit kita.

Sebenarnya, menghilangkan komedo bisa dilakukan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan herbal, sehingga kita bisa terhindar dari risiko kerusakan pada wajah kita. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghilangkan komedo yang dapat Anda terapkan sendiri di rumah.

Beberapa cara untuk menghilangkan komedo:

  1. Menerapkan gaya hidup sehat dan makan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan istirahat yang cukup dan teratur. Dengan demikian kuman penyakit tidak akan mudah menyerang karena tubuh kita dalam kondisi kesehatan yang baik.
  2. Gunakan bahan alami seperti lidah buaya untuk membantu menghilangkan komedo dengan cara mengoleskan lendir lidah buaya yang terkandung dalam batangnya.
  3. Minum cukup air setiap hari karena air dapat mempertahankan kesegaran dan kelembaban kulit kita.
  4. Menggunakan madu dicampur dengan putih telur dan oleskan pada komedo di wajah.
  5. Menggunakan madu yang dicampur dengan putih telur dan mengoleskannya pada kulit wajah yang ada komedo nya.
    Setelah itu, biarkan untuk sementara dan bersihkan wajah anda dengan mencuci dengan menggunakan air bersih.

Artikel di atas adalah beberapa cara untuk menghilangkan komedo secara alami yang bisa kita lakukan sehari-hari. Masih ada banyak cara lain, tapi metode ini adalah cara sederhana bagi kita untuk membantu kita dalam menghilangkan komedo.

Pastikan bahwa Anda selalu menjaga kesehatan dan kebersihan kulit Anda, serta menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat sehingga komedo tidak mudah datang.

Mudah-mudahan informasi di atas dapat membantu pembaca tentang bagaimana cara untuk menghilangkan komedo secara alami.

Tagged: cara menghilangkan jerawat, cara menghilangkan bekas jerawat, cara menghilangkan jerawat secara tradisional, cara menghilangkan noda bekas jerawat, cara menghilangkan jerawat batu, cara jitu menghilangkan jerawat, 7 cara menghilangkan jerawat, cara menghilangkan jerawat secara alami







Kamis, 16 Oktober 2014

Diabetes pada Kehamilan

Pengaruh diabetes pada  kehamilan






Kehamilan, disamping merupakan saat-saat yang membahagiakan bagi sang calon ibu, juga merupakan periode yang menimbulkan kekhawatiran. Hal ini selain disebabkan oleh beban fisik dan psikis yang bertambah pada tubuh ibu, juga karena beberapa penyakit tertentu justru muncul pada periode penting ini. Sebut saja hipertensi tipe khas yang disebut dengan preeklampsia dan eklampsia, kemudian asma yang diinduksi oleh kehamilan, anemia berat, dan diabetes gestasional - tipe diabetes khusus yang hanya terjadi pada saat kehamilan. Pada bahasan kali ini, penulis ingin sedikit berbagi mengenai apa dan bagaimana sebenarnya diabetes pada kehamilan itu, dampaknya bagi ibu dan janin, serta cara penanggulangannya.

Gestasional Diabetes, diabetes khusus pada ibu hamil

Diabetes gestasional merupakan salah satu dari beberapa tipe diabetes, yang khusus dialami oleh ibu hamil, yang sebelumnya tidak menderita diabetes. Pelacakan terhadap diabetes gestasional biasanya dimulai saat memasuki trimester kedua, yakni antara minggu ke 24-28, karena umumnya peningkatan kadar gula darah yang signifikan terdeteksi pada minggu-minggu tersebut. Namun pada sebagian kecil kasus, diabetes gestasional dapat terjadi lebih awal, dan berkorelasi erat dengan dampak yang berat pada janin, seperti keguguran atau cacat berat pada organ utama janin, seperti otak dan jantung.

Menurut WHO, kriteria diagnostik untuk diabetes gestasional adalah:
  • Kadar glukosa plasma darah vena saat puasa lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl (7 mmol/l). Namun jika kadar glukosa puasa dibawah angka tersebut, untuk benar-benar menyingkirkan dugaan diabetes gestasional, hasilnya harus dipadukan dengan hasil tes toleransi glukosa 2 jam.
  • Kadar glukosa plasma lebih dari atau sama dengan 140.4 mg/dl (7.8 mmol/l) pada 2 jam setelah tes toleransi glukosa oral menggunakan asupan 75 g glukosa.

Yang membedakan diabetes gestasional dengan diabetes pada umumnya yang bersifat kronis, diabetes gestasional umumnya akan membaik dan kadar gula darah penderita akan kembali normal segera setelah persalinan.

Penyebab Gestasional Diabetes

Diantara proses yang diduga menyebabkan lonjakan kenaikan gula darah pada saat hamil adalah pengaruh plasenta janin terhadap kerja hormon insulin ibu. Sebagaimana lazim diketahui, plasenta menghasilkan hormon-hormon yang menunjang tumbuh kembang janin. Namun disisi lain, plasenta juga memproduksi hormon untuk mencegah penurunan drastis kadar gula darah ibu, dengan cara menghambat kerja hormon insulin ibu. Akibatnya, jumlah insulin yang dibutuhkan untuk memasukkan zat gula ke dalam sel-sel tubuh ibu meningkat hingga mencapai tiga kali lipat kebutuhan normalnya. Apabila tubuh ibu tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan, maka zat gula akan lebih banyak menetap dalam darah, dan terjadilah yang disebut dengan diabetes gestasional.

Mereka yang Berisiko Menderita Diabetes Gestasional

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang ibu menderita diabetes pada saat kehamilannya. Diantara faktor risiko tersebut adalah:
  • Toleransi glukosa terganggu atau toleransi glukosa puasa terganggu sebelum kehamilan (yakni kadar gula darah tinggi namun belum cukup untuk dikategorikan sebagai diabetes)
  • Berat badan berlebih (overweight) sebelum hamil (yakni berat badan 20% atau lebih diatas berat badan ideal)
  • Obesitas, yakni indeksi massa tubuh (IMT) sebelum hamil adalah 30 atau lebih
  • Riwayat keluarga mengidap diabetes, khususnya kerabat terdekat, misalnya orangtua atau saudara
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat diatas 4000 gr sebelumnya
  • Riwayat melahirkan bayi lahir mati sebelumnya, khususnya jika penyebabnya tidak diketahui
  • Riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • Jumlah cairan amnion berlebih (polihidramnios)
Meskipun demikian, cukup banyak pula wanita yang mengalami diabetes gestasional tanpa adanya faktor risiko yang dapat diidentifikasi sebelumnya.

Gejala dan Dampak Diabetes Gestasional pada Ibu

Sebagaimana diabetes pada umumnya, gejala awal gangguan ini tidak langsung dirasakan oleh ibu yang mengalaminya. Seringkali gejala yang timbul menyerupai keluhan umum pada kehamilan normal, seperti mudah lelah, mudah haus, dan lebih sering berkemih.

Namun meski gejala yang ditimbulkannya tergolong ringan, dampak diabetes gestasional terhadap kesehatan ibu secara keseluruhan tidak dapat dianggap remeh.

Gejala dan dampak diabetes gestasional diantaranya adalah:

  • Peningkatan risiko persalinan prematur
  • Peningkatan risiko mengalami preeklampsia dan eklampsia, khususnya pada trimester akhir kehamilan.
  • Peningkatan risiko menderita diabetes tipe 2 di waktu mendatang
  • Peningkatan risiko menderita diabetes gestasional pada kehamilan selanjutnya
  • Jika bayi memiliki berat diatas normal, ibu berisiko untuk mengalami kesulitan saat persalinan, seperti persalinan lama, robeknya jalan lahir, pendarahan, dan robekan rahim pada ibu yang sebelumnya menjalani persalinan caesar.

Dampak Diabetes Gestasional pada Bayi

Selain berdampak pada ibu, diabetes gestasional juga memberikan pengaruh kurang baik bagi tumbuh kembang janin di dalam rahim. Diantaranya dampaknya adalah:
  • Bayi besar (makrosomia), yang menyebabkan kesulitan pada kehamilan tahap lanjut dan persalinan. Bayi makrosomia dapat didefinisikan sebagai bayi dengan berat lahir diatas 4000-4500 g, berapapun usia kehamilannya saat dilahirkan. Bayi makrosomia berisiko mengalami cedera saat lahir melalui persalinan per vaginam, seperti cedera bahu, patah tulang, dan cedera atau kelumpuhan saraf. Oleh karena itu, penanganan persalinan untuk bayi makrosomia hampir selalu memerlukan operasi.
  • Bayi berisiko mengalami hipoglikemia saat lahir. Jika tidak cepat ditangani, bayi dapat menderita kejang.
  • Bayi berisiko lebih besar untuk mengidap gangguan toleransi glukosa dan diabetes di usia dewasa
  • Bayi berisiko menderita obesitas pada masa kanak-kanak
  • Bayi berisiko mengalami sindrom distress pernafasan saat lahir, baik pada kondisi prematur maupun matur
  • Bayi berisiko mengalami hiperbilirubinemia
  • Bayi berisiko mengalami gangguan pencapaian intelektual (gangguan intelegensia)

Penanganan Diabetes Gestasional

Penanganan diabetes gestasional secara umum memiliki kemiripan dengan penanganan diabetes tipe lainnya. Langkah-langkah penanganan tersebut meliputi:

Terapi Non-farmakologis
  • Penurunan berat badan, ditujukan bagi wanita dengan IMT > 27
  • Diet. Ibu hamil penderita diabetes gestasional sangat dianjurkan untuk mendapatkan pengarahan mengenai diet sehat oleh ahli gizi yang kompeten menangani diabetes. Bahan makanan diutamakan yang memiliki kandungan serat dan mikronutrien tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil tanpa meningkatkan gula darahnya secara signifikan.
  • Olahraga. Ibu hamil dianjurkan untuk berolahraga minimal 30 menit setiap harinya, seperti jalan kaki, jalan cepat, berenang, bersepeda, dll.

Terapi Farmakologis
Terapi farmakologis dipertimbangkan untuk diberikan jika setelah 1-2 minggu terapi non-farmakologis gagal menurunkan kadar gula darah ibu, atau jika pemeriksaan USG menunjukkan tahap awal makrosomi pada janin (lingkar perut > persentil ke 70).

Terapi farmakologis dapat dilakukan menggunakan insulin reguler, analog insulin aksi cepat, dan/atau obat-obatan antidiabetik oral seperti metformin dan glibenklamid. Akan tetapi, penggunaan insulin lebih banyak dilakukan, karena masih adanya kontroversi mengenai keamanan pemakaian obat antidiabetik oral selama kehamilan. Yang perlu digarisbawahi dalam terapi farmakologis ini adalah terapi bersifat spesifik untuk masing-masing penderita, sehingga dosisnya harus disesuaikan dengan kebutuhan individual.

Sebagai penutup, dapat kita katakan bahwa diabetes gestasional merupakan salah satu gangguan kesehatan khas pada kehamilan yang memerlukan perhatian dan penanganan yang cermat, agar kesehatan ibu dan janin dapat tetap terjaga, dan terhindar dari beragam komplikasi yang diakibatkannya.

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Komplikasi Diabetes

Komplikasi Diabetes Mellitus





Penyakit gula/diabetes melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (peningkatan glukosa/kadar gula dalam darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Jika proses dalam tubuh seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan sakit gula/DM. Penyakit DM bisa dialami siapa saja, baik yang kurus atau yang gemuk, baik yang muda atau yang tua, baik wanita atau pria.

Pada penderita DM dapat terjadi komplikasi pada semua tingkat sel dan semua tingkatan anatomik. Manifestasi komplikasi kronik dapat terjadi pada tingkat pembuluh darah kecil (mikrovaskular) berupa kelainan pada retina mata, glomerulus ginjal, saraf, dan pada otot jantung (kardiomiopati). Pada pembuluh darah besar, manifestasi komplikasi kronik DM dapat terjadi pada pembuluh darah serebral, jantung (penyakit jantung koroner), dan pembuluh darah perifer (tungkai bawah). Komplikasi lain DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi saluran kemih, tuberkolosis paru, dan infeksi kaki, yang kemudian dapat menjadi ulkus/gangrene diabetes.

Dari gejala-gejala pada artikel sebelumnya, sepertinya diabetes bukanlah penyakit yang berat, bahkan sebagian penderita tidak merasakan bahwa ia sedang sakit. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai di balik itu, yaitu komplikasi diabetes. Komplikasi inilah yang justru lebih berat dari penyakitnya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sayangnya, komplikasi ini tidak timbul segera, tetapi muncul setelah bertahun-tahun, bahkan bisa muncul setelah 10-20 tahun. Komplikasi ini disebabkan karena tingginya kadar gula yang persisten di dalam darah, sehingga menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.

Beberapa komplikasi diabetes mellitus yaitu:

  • Penyakit Kardiovaskular : penderita diabetes berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular), seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Sekitar 75% kematian penderita diabetes disebabkan penyakit jantung koroner.
  • Retinopathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (kapiler) pada retina mata, dengan gejala penurunan penglihatan sampai kebutaan.
  • Nefropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kerusakan pembuluh kapiler ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran protein ke dalam air kencing (urin), dan menyebabkan gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi cuci darah.
  • Neuropathy Diabetes: adalah komplikasi diabetes pada sistem saraf, sehingga menyebabkan mati rasa dan kesemutan, serta meningkatkan risiko kerusakan kulit terutama pada kaki, karena berkurangnya kepekaan kulit.
  • Ulkus Diabetes (Diabetic Foot Ulcer): yaitu luka pada kaki yang sulit sembuh dan sering menimbulkan masalah serius. Bahkan, pada beberapa kasus, memerlukan amputasi.
  • Penurunan Daya Pikir (Cognitive Deficit): beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes yang dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 sampai 1,5 kali lebih besar.
Komplikasi dari penyakit DM bisa dicegah asalkan gula darah bisa terkontrol dengan baik.
Beberapa cara pengendalian kadar gula darah meliputi :
  1. Penjagaan makanan. Penderita sebaiknya mengonsumsi makanan dengan karbohidrat rendah dan lambat menjadi gula. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran terutama kubis, kacang panjang, dan paprika untuk memperbaiki fungsi pankreas. Pengaturan pola makan membutuhkan kedisiplinan. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi mengenai pola makan yang tepat bagi penderita DM.
  2. Olahraga yang teratur. Olahraga yang benar dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain menurunkan kadar gula darah (dengan mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensivitas insulin), menurunkan berat badan, mencegah kegemukan, serta mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
  3. Minum obat secara rutin. Penggunaan obat penurun gula darah diberikan setelah dengan cara pengaturan makan dan olahraga kadar gula darah belum terkontrol.
  4. Cukup istirahat dan menghindari stress. Faktor stress juga bisa berpengaruh terhadap peningkatan kadar gula darah.
Peran dan dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu dan mengingatkan penderita DM agar bisa mengelola penyakitnya dengan baik. Jika kada gula darah dapat terkontrol dengan baik, insyaAllah tidak akan terjadi komplikasi penyakit DM. Semoga bermanfaat.

Artikel lain tentang diabetes mellitus