Nama saya Siswanto namun saya dipanggil Pakde Chon . Ini adalah beranda saya: Saya tinggal di Madiun, dan bekerja sebagai Perawat di Puskesmas ACME Corp .

Senin, 02 Juni 2014

Manfaat & Kekurangan susu kedelai

Meskipun susu kedelai telah lama dikonsumsi oleh masyarakat, tapi tetap saja, susu kedelai mempunyai kelebihan dan kekurangan jika kita memilih untuk minum susu kedelai. Akan lebih baik jika kita mempertimbangkan dengan melihat apakah manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya ketika kita minum susu kedelai.

Apakah susu kedelai itu?






Susu kedelai merupakan minuman yang terbuat dari kedelai. Setelah kedelai direndam, biasanya pada malam hari, kemudian ditumbuk menjadi "bubur" dan direbus untuk mendapatkan rasa yang lebih enak dan lebih jernih. Air rebusan tersebut kemudian didinginkan. Setelah dingin, susu kedelai siap untuk diminum.

Nilai gizi susu kedelai


Susu kedelai sangat kaya akan gizi dan protein. Susu kedelai mengandung isoflavon (zat alami yang dapat bertindak sebagai estrogen dalam tubuh dan memiliki fungsi sebagai pelindung). Susu kedelai rendah lemak dan bebas kolesterol.

Tidak hanya mengandung banyak gizi, susu kedelai juga mengandung protein dalam jumlah yang cukup.

Menurut para peneliti kanker payudara, isoflavon dalam susu kedelai memiliki kemampuan seperti estrogen, dan merupakan zat yang dapat memerangi kanker payudara. Susu kedelai tidaklah berbahaya bila dikonsumsi dalam bentuk makanan yang bervariasi dan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Susu kedelai untuk menurunkan kolesterol


manfaat-susu-kedelai
Pada bulan Oktober 1999, Food and Drug Administration mengakui kedelai sebagai makanan untuk menurunkan kolesterol. Namun, susu kedelai harus memenuhi batasan yang jelas untuk dapat memenuhi syarat sebagai minuman penurun kolesterol. Susu kedelai yang diperdagangkan sebagai minuman untuk menurunkan kolesterol seharusnya mengandung 6,25 g protein kedelai per porsi.

Bebas laktosa

Susu kedelai merupakan alternatif bagi mereka yang alergi terhadap susu sapi. Dan juga alternatif lain bagi mereka yang menderita intoleransi laktosa. Susu kedelai memberikan protein dalam jumlah yang cukup bagi orang-orang yang membutuhkan nutrisi tanpa efek yang terjadi seperti ketika mengkonsumsi susu sapi.

Memiliki rasa yang tidak biasa

Susu kedelai memiliki rasa seperti kacang yang biasanya tidak terlalu disukai oleh orang Barat. Karena alasan ini, biasanya mereka memasukkan perasa lain seperti vanili atau cokelat untuk mengurangi rasa kacang tersebut.

Karena rasa susu kedelai tidak terasa seperti susu sapi, dibutuhkan beberapa waktu untuk membiasakan diri. Anak-anak biasanya tidak suka dengan rasa susu kedelai. Mulailah minum susu kedelai sedikit demi sedikit dan pada waktu-waktu tertentu untuk melihat reaksi tubuh Anda.

Mengandung lebih sedikit kalsium

Susu kedelai tidak mengandung kalsium alami dibandingkan dengan susu sapi yang mengandung kalsium yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mengkonsumsi suplemen kalsium mungkin jika Anda ingin beralih ke susu kedelai. Namun biasanya susu kedelai yang dijual dipasaran telah diperkaya dengan kalsium.

Jangan terlalu sering minum susu kedelai karena hal ini dapat menyebabkan masalah di perut seperti nyeri dan banyak gas. Susu kedelai dapat berhubungan dengan  masalah tiroid dan organ reproduksi, terutama jika diminum sejak usia muda.






Sabtu, 31 Mei 2014

Bahaya bahan pengawet makanan natrium benzoat

Penelitian telah menunjukkan bahwa natrium benzoat dapat menyebabkan kerusakan pada DNA


Ada risiko serius bagi kesehatan masyarakat yang tersembunyi dalam minuman ringan berkarbonasi. Menurut survei di Inggris, makanan dan minuman yang mengandung pengawet kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan DNA secara signifikan, yang berkaitan erat dengan proses penuaan dan penyakit degeneratif pada sistem saraf.





Penelitian oleh universitas di Inggris, yang diterbitkan dalam surat kabar "Independent on Sunday", menunjukkan bahwa pengawet yang digunakan dalam minuman ringan seperti Fanta dan Repsi Max memiliki kemampuan untuk membuat DNA manusia bermutasi.

Seperti minuman beralkohol, pengawet dalam minuman berkarbonasi berkaitan dengan penuaan dan dapat menyebabkan sirosis hati dan juga penyakit degeneratif seperti Parkinson.

Temuan ini mungkin akan memberi pengaruh besar pada jutaan orang yang terbiasa mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Dan juga akan menimbulkan permasalahan baru dalam hal pengawet makanan, yang berkaitan erat dengan kondisi hiperaktif pada anak-anak.

Kekhawatiran terbesar saat ini adalah tentang keamanan pengawet E211, atau yang dikenal dengan "natrium benzoat", yang telah digunakan selama puluhan tahun oleh industri makanan global, dan yang telah memberi keuntungan sebanyak ratusan miliar dollar per tahun.

Sodium benzoate berasal dari asam benzoat yang terkandung khususnya dalam buah berry, tapi kemudian digunakan dalam dosis besar untuk mencegah tumbuhnya jamur dalam minuman ringan seperti Sprite, Oasis dan Fanta dan berbagai minuman berkarbonasi lainnya

bahaya-bahan-pengawet-makanan-natrium-benzoat
Bahkan asam benzoat sekarang juga ditambahkan ke dalam saus dan berbagai makanan dan minuman lainnya. Sodium benzoate saat ini tengah menjadi fokus perbincangan karena kemungkinannya yang mampu menginduksi kanker bila dicampur dengan vitamin C dalam minuman ringan yang dapat menyebabkan hadirnya benzena, zat yang bersifat karsinogenik.

Sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Badan Pengendali Makanan Inggris menemukan kadar benzena yang tinggi hingga tiga kali lipat dari tingkat normal dalam 4 jenis keripik dan minuman ringan yang kemudian ditarik dari pasaran.

Saat ini, seorang ahli dalam bidang aging / proses penuaan di Sheffield University, yang telah meneliti efek sodium benzoate sejak tahun 1999, ia menerbitkan sebuah hasil investigasi, dan memutuskan untuk berbicara secara terbuka tentang bahaya lain dari asam benzoat.

Seorang Profesor dalam bidang Biologi Molekuler dan Bioteknologi Peter Piper melakukan penelitian di laboratoriumnya tentang efek dari sodium benzoate pada sel-sel ragi hidup. Apa yang ia temukan sangat mengejutkan: Natrium benzoat dapat menghancurkan area penting dari DNA dalam pusat tenaga sel, yang dikenal sebagai mitokondria.

Kerusakan Mitokondria oleh "Bahan kimia ini", kata Piper dalam sebuah surat kabar di Inggris, "memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan parah pada mitokondria dan membuatnya benar-benar tidak aktif lagi: Sodium benzoate menghancurkan mitokondria secara keseluruhan. Padahal mitokondria mengkonsumsi oksigen untuk memberi energi pada tubuh kita.

Jika mitokondria rusak, seperti yang terjadi pada berbagai penyakit, maka sel-sel tubuh akan mengalami kegagalan fungsi secara signifikan. Beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan kerusakan DNA adalah seperti Parkinson dan berbagai penyakit neurodegenerative atau penyakit syaraf akibat proses penuaan lainnya".

Setelah adanya temuan ini, beberapa anggota parlemen di Inggris telah diminta untuk segera mempertimbangkan kembali penggunaan natrium benzoat yang selama ini telah disetujui oleh Uni Eropa.

Penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia / WHO pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa sodium benzoate aman untuk dikonsumsi, tapi ada catatan bahwa  kesimpulan ini bersifat "terbatas" atau tidak sepenuhnya "aman".

Pernyataan Profesor Piper yang penelitiannya didanai oleh komite tes pemerintah, telah membuat Industri makanan AS kelabakan. " Selama ini industri makanan di Amerika mengatakan bahwa komponen ini telah diuji dan benar-benar aman".

Bagaimanapun juga, sebagai orang tua sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam membeli minuman dengan bahan pengawet sampai terbukti bahwa bahan pengawet tersebut benar-benar aman.

Bahan kimia dalam makanan kita dan pengaruh buruk yang ditimbulkan pada kesehatan
● E102: Tartrazine: zat pewarna. Dapat menyebabkan serangan asma dan terkait dengan kasus nodul tiroid.
● E104: Yellow quinoline / Quinoline Kuning: zat pewarna. Digunakan dalam industri obat-obatan, tetapi dapat menyebabkan dermatitis. Sudah dilarang di Amerika Serikat dan Norwegia.
● E110: Yellow FCR: zat pewarna. Dapat menyebabkan gangguan alergi, mual dan kerusakan pada ginjal.
● E122: Karmoizini: zat pewarna. Berasal dari tar. Dapat menyebabkan reaksi buruk pada penderita asma dan orang-orang yang alergi terhadap aspirin.
● E 407: Carrageenan: Agen penebalan. Berasal dari rumput laut dan baru-baru ini dikaitkan dengan kanker.







Rabu, 28 Mei 2014

Diabetes Type 2

Penjelasan tentang Diabetes Tipe 2






Diabetes tipe 2 adalah istilah yang menggambarkan adanya gangguan metabolisme yang mempunyai penyebab dan derajat keparahan yang berbeda. Biasanya, akibatnya adalah disfungsi progresif dari sel-sel beta di pankreas dan penurunan kemampuan sel-sel tubuh untuk menggunakan insulin  dengan baik (resistensi insulin).

Apa itu diabetes tipe 2


Penyebab diabetes tipe 2 belum diketahui secara pasti, namun secara umum hal ini terjadi karena kombinasi antara faktor genetik dan faktor eksternal / lingkungan. Faktor-faktor tersebut eksternal meliputi aktivitas fisik yang kurang dan peningkatan asupan kalori /gula dan lemak.

Faktor-faktor ini menyebabkan terjadinya penyakit obesitas dan diabetes tipe 2 yang saat ini telah menjadi epidemi global. Menurut data dari IDF (International Diabetes Federation), penderita diabetes tipe 2 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 54% pada tahun 2025.

Faktor risiko diabetes tipe 2 adalah:

  • Riwayat keluarga diabetes tipe 2
  • Umur diatas 45
  • Adanya indikasi gangguan toleransi glukosa
  • Abnormal tes toleransi glukosa
  • Peningkatan berat badan
  • Gestational diabetes (Diabetes pada saat kehamilan) atau riwayat melahirkan bayi dengan makrosomia

Gejala-gejala diabetes tipe 2


Gejala-gejala yang terjadi pada diabetes tipe 2 sama dengan yang terjadi pada diabetes tipe 1. Namun, sekitar 50% orang dengan diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala dan biasanya baru dapat didiagnosis dalam pemeriksaan acak atau tidak sengaja.

Hal yang juga penting untuk dicatat adalah bahwa sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 biasanya sudah mengalami komplikasi pada saat pertama kali didiagnosis. Biasanya penyakit diabetes tipe 2 telah terjadi bertahun-tahun sebelum diagnosis pertama.
Pada kebanyakan pasien, penyakit ini menyerang secara diam-diam dengan gejala atipikal atau non-spesifik seperti:
  • Infeksi kulit berulang
  • Infeksi saluran kemih berulang (misalnya, jamur)
  • Penyakit pada gigi dan gusi yang sering kambuh (misalnya, periodontitis)
  • Kelemahan otot dan kram
adalah beberapa gejala original, non-spesifik dan manifestasi penyakit diabetes.

Pada tahap selanjutnya, muncul gejala-gejala khas diabetes seperti poliuria, polidipsia, nokturia (sering kencing pada malam hari lebih dari 2 kali), penyembuhan luka yang lama dan penurunan berat badan.

Jika diabetes tipe 2 dibiarkan dan tidak dirawat dengan baik, maka kemungkinan terjadi komplikasi akan menjadi lebih tinggi. Diabetes tipe 2 biasanya menimbulkan sejumlah besar komplikasi dan berpotensi dapat menyerang dan merusak semua organ tubuh. Sebagian besar komplikasi diabetes tipe 2 bersifat jangka panjang karena fakta bahwa diabetes dapat menyebabkan vasculopathy secara umum, yang mempengaruhi pembuluh kecil (mikroangiopati) dan pembuluh darah besar (macroangiopathy).

Selain itu juga komplikasi mikrovaskuler di mata, ginjal dan sistem saraf.  Juga microangiopathy disertai komplikasi pada jantung, otak dan pembuluh perifer (misalnya kaki).

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengaturan kadar glukosa mampu memberikan kontribusi sangat signifikan untuk mengurangi terjadinya komplikasi mikrovaskuler dan sebagian besar dari makrovaskuler.


Artikel terkait Penyakit :







Senin, 26 Mei 2014

Diabetes Type 1

Penjelasan tentang diabetes tipe 1






Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa berusia di bawah 20 tahun. Sampai saat ini, penyakit ini tidak dapat disembuhkan sehingga penderita diabetes tipe 1 harus mendapat suntikan insulin setiap hari dan berkali-kali untuk mempertahankan kadar glukosa dalam darah. Karena terjadi pada usia dini, maka hal inilah yang menyebabkan Diabetes tipe ini dinamakan   "juvenile  diabetes atau diabetes anak-anak." Dan karena penderita sangat tergantung pada suntikan insulin maka diabetes tipe 1 juga disebut "insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM)".

Apa itu diabetes tipe 1?


Diabetes tipe 1 terjadi ketika autoimun bereaksi  menghancurkan sel beta di pankreas.  Sel beta di pankreas adalah sel-sel yang bertugas memproduksi insulin. Dengan adanya "reaksi autoimun" tersebut, pembentukan antibodi tubuh berbalik menyerang sel-sel beta. Sebagai akibatnya pankreas dan sel beta mengalami kerusakan dan tidak mampu lagi untuk memproduksi insulin. Penyebab penyakit ini belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko tertentu yang menjadi penyebab meningkatnya risiko diabetes tipe 1.
Antara lain:
  • Ras (lebih banyak terjadi pada ras Kaukasia)
  • Memiliki orang tua yang menderita diabetes tipe 1
  • Memiliki saudara kembar yang menderita diabetes tipe 1

Gejala-gejala Diabetes tipe 1

diabetes-tipe-1
Pada dasarnya, kedua jenis diabetes tersebut menyebabkan kadar glukosa yang tinggi dalam darah dan dapat menyebabkan gejala-gejala seperti:
  • Rasa haus
  • Poliuria / sering kencing
  • Kelelahan kronis
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan berat badan

Namun 50% penderita diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala dan biasanya baru diketahui secara tidak sengaja. Diabetes adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak didiagnosis sejak dini dan tidak ditangani dengan baik. Kedua jenis diabetes tersebut dapat memicu timbulnya gangguan pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah besar, yang menyebabkan kehilangan penglihatan, amputasi, gagal ginjal dan infark miokard atau penyakit jantung koroner.

Komplikasi ini dapat dicegah atau ditunda dengan diagnosis sejak dini dan dengan pengobatan yang baik.


Artikel terkait Penyakit :







Definisi diabetes

Apakah itu diabetes?






Diabetes adalah istilah yang menggambarkan gangguan kesehatan yaitu gangguan metabolisme tubuh. Pada penderita diabetes, tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih sedikit dari kondisi normal atau tidak sama sekali, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Ini adalah kondisi umum yang ditandai dengan adanya kadar glukosa yang tinggi dalam darah.

Istilah "diabetes", atau lebih lengkapnya "diabetes mellitus" berasal dari bahasa Yunani "diavaĆ­no" yang berarti "melintasi" dan awalnya digunakan untuk menggambarkan adanya glukosa yang keluar melalui urin.

Diabetes secara drastis dapat mengubah cara tubuh untuk memanfaatkan makanan. Inti dari masalah ini adalah insulin - hormon yang berperan dalam membantu glukosa untuk memasuki sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.

 Diabetes ditandai dengan kurangnya produksi insulin menjadi lebih sedikit atau tidak ada sama sekali. Insulin biasanya diproduksi oleh sel-sel Beta dalam pankreas, organ tubuh yang bertanggung jawab atas produksi insulin dan hormon lain yang menjalankan metabolisme makanan.

 Jenis yang paling umum dari diabetes adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2. Dalam kedua kasus tersebut, kemampuan tubuh untuk untuk mengambil glukosa dari darah dan memasukkanglukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai cadangan energi, berkurang atau hilang.


definisi-diabetes


Kedua jenis diabetes tersebut pada akhirnya akan menunjukkan berbagai gejala dan komplikasi, yang  mencirikan adanya penyakit diabetes.

Gejala-gejala diabetes:


  • Poliuria atau sering kencing, terutama pada malam hari
  • Polidipsia atau selalu haus
  • Poliphagie atau salalu lapar / makan berlebihan
  • Berat badan menurun drastis
  • Rasa lelah, lemah, kram
  • Gangguan sensorik
  • Penyembuhan luka yang lama
  • Infeksi

Menerima penyakit dan pendidikan untuk menjaga agar tetap sehat adalah elemen yang paling penting dan  efektif untuk terapi diabetes. Di sisi lain, kontrol yang buruk terhadap penyakit ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, seperti:

Komplikasi akibat diabetes mellitus

  • Penyakit jantung
  • Peningkatan tekanan darah
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Gangguan visual atau penglihatan
  • Gangguan neurologis, biasanya syaraf tepi
  • Ulkus di kaki dan infeksi yang menahun

Apakah diabetes penyakit yang umum?

Menurut Organisasi Dunia untuk Diabetes / International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2009 lebih dari 280 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia. Jika tingkat pertumbuhan terjadinya penyakit terus meningkat, pada tahun 2025 diperkirakan ada lebih dari 430 juta orang yang menderita diabetes di seluruh dunia.
Dari insiden tersebut, sekitar 90% diantaranya adalah diabetes tipe 2.


Artikel terkait Penyakit Diabetes Mellitus:





Kamis, 08 Mei 2014

Penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syndrome

Apa itu MERS?






Saat ini masyarakat mulai khawatir mengenai infeksi virus corona Mers (Middle East Respiratory Syndrome) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah. Penyebab penyakit ini adalah virus MERS-COV. Virus ini ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012. Tanda-tanda orang yang terinfeksi virus ini adalah, mereka mengalami gangguan sistem pernapasan yang akut dan berat. Demam, batuk dan sesak napas. Sekitar setengah dari mereka yang terjangkit virus ini akhirnya meninggal dunia. Hanya sebagian kecil saja dari pasien dengan gejala ringan yang bertahan hidup.

Ada satu kasus atau penderita berkewarga negaraan Amerika Serikat yang telah terjangkit virus ini. Dan setelah perawatan yang intensif keadaannya saat ini mulai membaik.

Virus penyebab MERS berbeda dengan virus yang menyebabkan SARS. Sumber dari virus ini telah menyebar dan para peneliti sedang berusaha untuk menemukannya. Sejak pertama kali muncul pada April 2012 jumlah kasus dan kematian dari data pada tanggal 30 Oktober 2013 adalah sebagai berikut:

Negara                       Kasus    Kematian :

Prancis                       2            (1)
apa-itu-mers

Italia                           1            (0)
Jordan                        2            (2)
Qatar                          5            (3)
Saudi Arabia          108           (47)
Tunis                          3            (1)
Inggris Raya              3            (2)
Uni Emirat Arab        6            (2)
Total                        130          (58)

Apa itu SARS?


Infeksi corona virus SARS dikatakan sebagai salah satu infeksi virus yang berat dan berbahaya (severe acute respiratory syndrome/sindrom pernafasan akut parah). SARS-COV adalah salah satu agen penyebabnya. Kasus SARS pada bulan Februari 2003 pertama terjadi di Eropa, Amerika Utara dan Asia, menurut penelitian. Antara 1 November 2002 hingga 31 Juli 2003 ada tercatat 8273 kasus SARS telah ditemukan di seluruh dunia dan 775 dari keseluruhan kasus tersebut telah mengakibatkan kematian.

Tapi sejak tahun 2004 telah dilaporkan bahwa tidak ada lagi infeksi SARS-COV di belahan dunia manapun.

Penanganan Infeksi virus Corona selalu berakibat fatal?


virus-mers
Virus Corona MERS memang jarang namun berpotensi menyebabkan kematian atau menyebabkan infeksi seperti SARS.

Apa saja fitur utama dari virus Corona?


Corona virus adalah virus yang tersebar luas dan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Virus korona pada manusia seringkali hanya serangan ringan sampai sedang, dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

Bagaimana cara mencegah infeksi virus Corona?


Belum ada vaksin untuk mencegah Virus corona pada manusia. Cara utama untuk mengurangi risiko terinfeksi virus ini adalah: Cuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun pada mata, mulut dan hidung dan menghindari kontak dengan orang yang sakit.

Cara mendiagnosa infeksi virus Corona


Penyebab penyakit Anda, tes laboratorium tentang virus corona dapat dilakukan untuk memastikan penyakit. Namun seringkali orang menganggap ketidaknyamanan ringan yang mereka alami sebagai penyakit flu biasa dan tidak memerlukan tes ini. Selain itu, tidak semua atau bahkan tidak ada laboratorium yang menyediakan tes untuk ini.

Dasar dalam tes laboratorium adalah sebagai berikut:
Pembiakan virus dalam kultur sel, PCR (polymerase chain reaction), tes serologi antibodi terhadap virus corona manusia (human corona virus). Diperlukan sampel darah untuk pengujian serologis. Usapan dari hidung dan tenggorokan adalah sampel terbaik untuk menganalisa adanya virus korona manusia.

Obat untuk MERS


Artikel terkait Penyakit :








Obat untuk MERS

Para peneliti AS telah menemukan antibodi untuk melawan virus Mers






Sindrom pernapasan ini, ditemukan pada September 2012 di Arab Saudi. Virus ini telah menyebabkan lebih dari seratus orang telah meninggal, dan semakin meningkat akhir pekan ini.

Para peneliti AS telah mengidentifikasi antibodi manusia yang efektif untuk melawan sindrom pernapasan coronavirus di Timur Tengah (MERS / Middle East Respiratory Syndrome), membuka jalan yang potensial untuk pengobatan penyakit menular, yang seringkali berakibat fatal ini. Saat ini belum ada vaksin atau antivirus untuk mengobati MERS. Infeksi saluran pernafasan akut ini telah tercatat menimbulkan angka kematian melebihi 40%. Mers muncul pertama kali di Arab Saudi pada bulan September 2012, dan sejak itu telah menyebabkan kematian lebih dari 100 orang dengan percepatan yang serius dalam beberapa pekan terakhir, termasuk 39 kematian akhir pekan ini.

Antibodi yang saat ini masih diisolasi oleh para peneliti di Institut Kanker Dana-Farber di Boston
 (Massachusetts, utara-timur), mampu  menetralisir bagian penting dari virus yang berguna untuk menempelkan dirinya sendiri ke reseptor tubuh manusia, untuk menginfeksi sel, kata  Dr Wayne
virus-mers
Marasco, salah seorang dari para peneliti. Penemuan mereka telah dipublikasikan Kamis dalam Proceeding of National Academy of Sciences (PNAS) pada tanggal 28 April-2 Mei. Virologists ini menemukan antibodi tersebut dalam "Bank" yang berisi 27 miliar antibodi manusia yang disimpan dalam freezer di Dana-Farber, salah satu "Bank antibodi" yang terbesar di dunia.

Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus dan bakteri yang asing bagi tubuh. Beberapa mampu menetralisir virus dan bakteri patogen tertentu dan mencegah mereka menginfeksi sel manusia.

pengobatan-mers
Para peneliti ini menemukan tujuh antibodi yang mampu secara khusus menghambat perkembangan MERS. Ke tujuh antibodi tersebut dipilih untuk penelitian lebih lanjut dan diproduksi dalam jumlah yang cukup untuk diuji pada primata dan tikus. Antibodi ini adalah peluang untuk melindungi para pegawai rumah sakit dan petugas kesehatan. Dr Marasco mengatakan bahwa pengobatan ini akan diberikan melalui suntikan dan mampu memberikan perlindungan terhadap MERS selama sekitar tiga minggu. Namun, penelitian ini masih tertunda karena adanya kesulitan dalam menentukan model hewan yang tepat untuk percobaan, katanya.

Asal-usul  MERS coronavirus hingga kini masih tetap misterius. Memang virus MERS ini ditemukan pada unta dan kelelawar, tapi para virologist belum tahu tentang bagaimana cara penularannya ke manusia. Virus ini mirip dengan sindrom gangguan pernapasan akut (SARS), yang mengakibatkan ratusan kematian di Cina pada tahun 2002 dan 2003. Penemuan antibodi ini didanai oleh "Defense Advanced Research Projects Agency"  Pentagon dan US National Institutes of Health (NIH).

Apakah itu penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syndrome 


Artikel terkait Penyakit :