Nama saya Siswanto namun saya dipanggil Pakde Chon . Ini adalah beranda saya: Saya tinggal di Madiun, dan bekerja sebagai Perawat di Puskesmas ACME Corp .
Tampilkan posting dengan label Tips Sehat. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Tips Sehat. Tampilkan semua posting

Senin, 16 Februari 2015

Cara membangun otot-otot tubuh

Bagaimana cara memperbesar otot






Tips tentang cara membangun otot adalah hal yang banyak dicari oleh orang-orang yang ingin memiliki tubuh atletis dan berotot. Berbagai cara mereka lakukan, dari cara tradisional hingga penggunaan obat-obatan (steroid anabolik, Tribulus terrestris, dll), peralatan fitness, atau menyewa instruktur kebugaran.

Memang, dengan bantuan suplemen dan testosteron sintetis, keinginan mereka akan dapat terpenuhi lebih cepat jika disertai dengan latihan yang intensif. Namun, selain efek samping yang buruk, bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang, membuat mereka lebih memilih cara tradisional untuk membangun otot mereka.

Untuk itu, cobalah untuk melakukan hal-hal berikut:


1. Konsumsi cukup air (air mineral)

Karena salah satu khasiat air adalah meningkatkan produksi testosteron. Testosteron adalah hormon seks yang memiliki peran penting bagi pria dalam hal fungsi seksual, produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara. Rendahnya tingkat hormon ini dalam tubuh laki-laki dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis, gangguan ereksi, depresi, postur tubuh yang kurang kuat dan kurang memiliki kemampuan fisik.

2. Tidur malam tidak boleh kurang dari 5 jam

membangun-otot
Karena menurut studi yang dilaporkan di situs Zeenews.com, orang yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam selama seminggu, memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan laki-laki yang tidur cukup pada malam hari.

3. Memenuhi kebutuhan gizi

Jika tujuannya adalah untuk membangun otot tubuh, maka menu makanan seperti kacang-kacangan, gandum, keju, dan bayam harus diperbanyak, karena makanan ini diyakini dapat meningkatkan kejantanan pria. Dan jangan lupa untuk untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan Zync, karena salah satu fungsi Zync adalah sebagai aromatase inhibitor (mencegah testosteron dikonversi ke estrogen / hormon perempuan). Kekurangan Zync juga dapat menyebabkan hipogonadisme.

3. Rajin melakukan latihan push up.

Meskipun terlihat sepele, tapi latihan push-up memiliki manfaat yang luar biasa. Diantaranya adalah untuk meningkatkan kadar testosteron. Catatan: jika Anda melakukan push up, jangan menunduk, namun kepala harus mengarah ke depan atau ke samping agar tidak membahayakan mata.

Berikut adalah beberapa manfaat push up, yang saya kutip dari detikhealth:

  • Mengencangkan otot
    Menurut sebuah studi tahun 1998 yang dilakukan oleh peneliti dari Penn State University dan dipublikasikan dalam Journal of Strength and Conditioning Research, testosteron konsisten dalam merespon otot.

    Ketika push up, kita menggunakan otot-otot besar di bagian dada, yang merupakan kelompok otot besar deltoid di bahu dan trisep. Juga otot lain, termasuk otot perut yang bertindak sebagai stabilisator.
  • Mencegah osteoporosis
    Menurut Hormone Foundation, rendahnya tingkat testosteron mungkin akan menyebabkan hilangnya kepadatan tulang dari waktu ke waktu dan menyebabkan osteoporosis pada pria.

    Rendahnya tingkat testosteron juga dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan kekuatan otot secara keseluruhan, dan atrofi otot dari waktu ke waktu.
  • Panjang umur
    Sebuah studi pada tahun 2008 yang dilakukan oleh peneliti dari University of Greifswald di Jerman menunjukkan bahwa tingkat testosteron yang rendah dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan bahkan kematian.

    Studi ini diikuti oleh partisipan selama lebih dari tujuh tahun dan ditemukan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah 2,5 kali lebih mungkin untuk meninggal lebih awal dibandingkan dengan tingkat testosteron lebih tinggi, terlepas dari  kebiasaan merokok, konsumsi alkohol atau usia.
  • Menghilangkan perut buncit
    Peneliti dari Rush University Medical Center melakukan penelitian pada tahun 2009, dan dipublikasikan dalam jurnal Obesitas, mereka menemukan bahwa tingkat testosteron yang rendah dan berfluktuasi pada wanita menopause dapat mengakumulasi lemak visceral. Lemak visceral merupakan lemak yang menumpuk di dalam dan sekitar organ vital di dekat pinggang.

4. Rajin latihan sit up untuk membangun perut otot .

5. Untuk membentuk otot kaki, anda bisa melatih dengan jogging, bersepeda, dan Squat jump.





Minggu, 09 November 2014

Okinawa Program / Diet Okinawa

Langsing dan sehat dengan Program Okinawa






Program Okinawa terinspirasi oleh kebiasaan hidup penduduk di kepulauan Okinawa. Warga Okinawa adalah orang-orang yang panjang umur dan selalu sehat, tanpa penyakit jantung, kanker dan penyakit kronis lainnya. Program Okinawa ini didasarkan pada penelitian pada kebiasaan hidup penduduk di Okinawa. Selama 25 tahun terakhir oleh J. Badley Willcox, MD, MSc, dari Division on Aging di Harvard Medical School, bersama saudara kembar nya D. Craig Willcox Ph.D., gerontolos dan antropolog, Okinawa Cenetarian Studi, dan Makato Suzuki MD. , PhD., ahli jantung geriatri, dari Okinawa International University. Penelitian ini meliputi pola makan, senam kebugaran, bagaimana cara mereka mengatasi stres, serta keberhasilan warga Okinawa dalam menggabungkan cara-cara Barat dan Timur untuk menjaga kesehatan mereka.

Prinsip dasar dari diet Okinawa disebut Nuchi Cusui, yang mengacu pada keseimbangan dalam tiga hal, yaitu: tinggi karbohidrat, rendah kalori dan berasal dari tanaman. Sepintas diet ini mirip dengan diet piramida makanan seperti yang diterapkan oleh warga Amerika Serikat (AS Daily Allowance). Namun Nuchi Gusui dengan jelas membagi antara makanan yang boleh dimakan setiap hari, dan yang hanya boleh dimakan seminggu sekali. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda sering makan makanan tertentu atau tidak.

Makanan yang termasuk kelompok 'makanan harian' adalah nasi, roti, mie, sayuran, buah-buahan, makanan yang mengandung flavonoid dan kalsium, omega 3, minyak sayur dan rempah-rempah. Sementara makanan yang dimakan mingguan adalah daging, unggas, telur dan makanan manis. Pada dasarnya, diet Okinawa memperbolehkan Anda memakan semua jenis makanan, tapi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan harus seimbang.

Hal-hal yang dijanjikan oleh Program Okinawa


Keseimbangan antara makanan tinggi karbohidrat, rendah kalori dan makanan yang bersumber dari tumbuhan akan membuat tubuh Anda tetap langsing, awet muda dan terhindar dari risiko penyakit jantung, stroke dan kanker.

Penggunaan minyak canola yang mengandung lemak tak jenuh yang tinggi untuk memasak, juga dapat menekan kadar 'kolesterol jahat' (LDL). Program Okinawa juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas fisik. Yang paling populer adalah senam tai chi. Olahraga ini adalah kombinasi antara kekuatan dan jiwa. Dengan demikian Anda tidak hanya akan mendapatkan tubuh langsing, tetapi juga akan selalu merasa lebih bugar, lebih percaya diri, dan bebas dari stres.

Kekurangan dari program Okinawa


- Program Okinawa memang tampak sangat ideal, tetapi bagi mereka yang tinggal di kota, yang segalanya dituntut serba cepat dan praktis, mungkin akan sedikit rumit. Dibutuhkan waktu khusus untuk menyiapkan makanan, karena banyak jenis makanan yang harus dikonsumsi setiap hari dengan porsi yang sudah ditetapkan.

- Penggunaan minyak canola kurang umum, dan harganya juga cukup mahal bila dibandingkan dengan minyak kelapa.

Tips untuk berhasil dalam menjalankan program Okinawa


- Kesabaran adalah kunci sukses dalam menjalankan program ini. Jika Anda melakukan seluruh program sekaligus, akan sulit bagi Anda. Tapi Anda bisa melakukannya secara bertahap. Misalnya, mulai dengan mengikuti pola makan mereka. Jika sudah mahir, Anda dapat melanjutkan dengan program yang lain, seperti aktivitas fisik atau cara mengelola stres.







Senin, 13 Oktober 2014

Panduan Diet bagi Penderita Diabetes Mellitus

Diet untuk penderita diabetes mellitus






Bagi penderita diabetes mellitus, diet atau pengaturan makan mempunyai peran yang sangat besar dalam mengendalikan perkembangan penyakitnya. Pengaturan makan bersama dengan olahraga yang teratur berperan dalam penurunan berat badan. Para ahli telah mengemukakan bahwa penurunan berat badan sebesar 5-10% akan menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Selain berguna untuk menurunkan berat badan, pengaturan makan atau diet juga bertujuan untuk menormalkan kadar gula darah, menormalkan tekanan darah, dan menormalkan kadar kolesterol darah. Pengaturan makan bagi penderita diabetes ini mempunyai beberapa prinsip, yaitu:

1. Menyesuaikan antara pasokan dengan pengeluaran energi
Jumlah makanan yang masuk sebaiknya ditakar dan dihitung jumlah kalorinya untuk disesuaikan dengan jumlah energy yang keluar setiap hari. Penderita bisa meminta tolong kepada dokter atau ahli gizi untuk menghitung jumlah pasokan dan pengeluaran energy ini.

2. Mengetahui target berat badan yang diinginkan
Target berat badan yang diinginkan disesuaikan dengan umur dan jenis kelamin. Berat badan yang diinginkan diukur berdasarkan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI ), yang dihitung dengan membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi badan dalam satuan meter persegi. Berat badan dianggap baik apabila nilai BMI kurang dari 25. Nilai BMI antara 25 dan 30, berarti kelebihan berat badan, sedangkan BMI lebih dari 30 berarti kegemukan dan berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.
3. Memprediksi rasio penurunan berat badan
Meskipun menurunkan berat badan sangat dianjurkan dalam pengelolaan diabetes, namun tidak dianjurkan untuk tergesa-gesa dalam menurunkannya. Penurunan berat badan yang ideal adalah sekitar 1-2 kg per bulan. Penurunan berat badan yang bertahap cenderung memudahkan untuk mempertahankan berat badan ideal dalam waktu yang lebih lama.

4. Merencanakan diet yang sesuai
Sebenarnya, tidak ada yang diit khusus bagi penderita diabetes. Diet yang dianjurkan secara umum sama dengan pola makan sehat yang dianjurkan bagi semua orang, dengan prinsip: mengandung nutrisi tinggi, rendah lemak, tinggi serat, dan cukup kalori. Pola makan ini tidak hanya baik untuk diterapkan pada penderita diabetes, namun juga pada siapa saja dengan faktor risiko diabetes, atau yang ingin terhindar dari diabetes.

Sedikit perbedaan antara pola makan penderita diabetes dengan selainnya adalah, bahwa penderita diabetes harus lebih memperhatikan pilihan makanan yang akan dikonsumsi, khususnya karbohidrat.

Beberapa tips memilih jenis makanan bagi penderita diabetes adalah:


• Memilih makanan dengan karbohidrat kompleks dan berserat tinggi
Karbohidrat memberikan pengaruh besar terhadap kadar gula dalam darah. Akan tetapi, bukan berarti penderita diabetes harus menghindari karbohidrat sama sekali, melainkan cermat dalam memilih jenis karbohidrat yang dikonsumsi. Secara umum, dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan berserat tinggi, karena akan lebih lambat diuraikan oleh pencernaan sehingga membantu menjaga kadar gula darah. Selain itu, karbohidrat kompleks akan memberikan energi lebih bagi tubuh dan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Sebaliknya, makanan dengan karbohidrat sederhana sebaiknya dibatasi dan dikurangi, seperti pasta, soda, alkohol, makanan yang mengandung pemanis atau gula berlebih, dan sebagian besar makanan ringan (snack). Begitu juga makanan dengan karbohidrat kompleks tetapi mempunyai kandungan serat yang rendah, seperti nasi putih dan kentang. Jenis-jenis makanan ini lebih baik digantikan dengan nasi merah, gandum (seral dan roti gandum murni), dan juga sereal yang mengandung serat dan nutrisi tinggi.

Asupan karbohidrat juga perlu diimbangi dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan segar. Sayuran memberikan nutrisi yang penting, misalnya saja brokoli dan bayam, yang memang disarankan untuk penderita diabetes. Beberapa sayuran lain yang dapat dikonsumsi dengan leluasa antara lain: kembang kol, gambas, kangkung, jamur segar, selada, sawi, kecipir, tomat, rebung, cabai hijau besar, dan pepaya muda. Sedangkan buah-buahan yang aman dikonsumsi adalah buah-buahan yang tidak terlalu manis, seperti apel, jeruk, mangga, manggis, mengkudu, tomat, pir, persik, dan buah beri. Beberapa jenis buah lainnya tidak baik dikonsumsi dan sebaiknya dihindari seperti: durian, rambutan, anggur, sawo, dan nanas.

• Berhati-hati dengan makanan dan minuman yang manis
Menderita diabetes tidak berarti harus menghindari gula sama sekali. Penderita diabetes tetap dapat mengkonsumsi makanan kesukaannya, asalkan tidak berlebihan. Tips untuk tetap mengkonsumsi makanan yang manis adalah dengan mengkonsumsinya pada saat jam makan saja (sebagai penutup) dan tidak mengkonsumsinya di luar jam makan, serta mempertimbangkan untuk mengurangi porsi hidangan utama ketika ingin mengkonsumsi makanan manis setelahnya.

Beberapa orang mengganti gula biasa dengan gula jagung dengan anggapan lebih “aman” daripada gula biasa. Gula jagung (fruktosa) memang terbukti memiliki jumlah kalori yang lebih rendah, yaitu 3 kalori per gramnya, dibandingkan dengan gula biasa (sukrosa), yang mengandung 4 kalori per gramnya. Tetapi, ternyata hal ini bukanlah alasan untuk merasa aman mengkonsumsi pemanis pengganti ini. Penelitian yang dimuat oleh jurnal di Amerika mengungkapkan bahwa konsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi selama 7 hari dapat memicu peningkatan kadar lemak dan menurunkan sensitifitas insulin pada manusia-manusia sehat dengan atau tanpa riwayat keluarga penderita kencing manis.
Karena itu , disimpulkan bahwa tidak ada satu pun jenis gula yang lebih baik dibandingkan dengan gula lainnya. Gula rendah kalori yang dikonsumsi secara berlebihan tetap akan memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh, maka sebaiknya selalu kontrol jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari sesuai dengan kebutuhan kalori. Orang dengan kebutuhan kalori 1800 per hari, sebaiknya hanya mengkonsumsi 5 sendok teh gula setiap hari, sedangkan orang dengan kebutuhan 2000 kalori per hari, sebaiknya mengkonsumsi 8 sendok teh saja setiap harinya, apapun jenis gulanya.

• Memilih konsumsi lemak dengan bijak
Lemak bisa bermanfaat untuk tubuh, tetapi juga bisa berbahaya. Beberapa jenis lemak tidak menyehatkan bagi tubuh, tetapi beberapa jenis lainnya memberikan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Oleh karena penderita diabetes memiliki resiko mengalami penyakit jantung, maka ia harus bijak dalam memilih lemak yang dikonsumsi. Berikut adalah jenis-jenis lemak yang sehat dan tidak sehat yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes dan keluarganya:

     Lemak yang baik
Lemak yang terbaik adalah lemak tak jenuh, yang banyak ditemukan pada tumbuhan dan ikan. Sumber utama yang populer adalah minyak zaitun, kacang-kacangan, kedelai dan susu kedelai, juga alpukat. Selain itu, disarankan juga untuk mengkonsumsi omega-3 (asam lemak omega-3) yang sangat baik bagi metabolisme tubuh, menjaga kesehatan otak, dan jantung. Sumber omega-3 yang tinggi dapat ditemukan pada ikan salmon, ikan tuna dan juga biji bunga matahari.

     Lemak yang tidak-baik
Kebalikan dengan lemak yang baik, lemak yang tidak disarankan adalah lemak jenuh (saturated fats). Lemak ini ditemukan pada daging merah/mentah, telur, keju, mentega, susu kemasan, es krim dan juga pada banyak makanan ringan (snack). Lemak jenuh bukannya tidak sehat sama sekali, karena jenis-jenis makanan yang mengandung lemak jenuh diatas juga memberikan nutrisi dan vitamin yang penting bagi tubuh. Hanya saja, bagi penderita diabetes, jenis lemak jenuh akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, yang nantinya meningkatkan resiko penyakit jantung.

• Mengontrol asupan kolesterol.
Mengontrol bukan berarti menyingkirkan makanan berkolesterol dari daftar menu, melainkan, memperhitungkan jumlah kolesterol yang masuk dalam makanan sehari-hari, sehingga tidak lebih dari 200 miligram per hari. Jenis-jenis makanan tinggi kolesterol yang perlu dihindari adalah: kuning telur, otak, dan jeroan.

• Mengontrol asupan garam.
Menurut rekomendasi dari Dietary Guidelines for Americans 2010, konsumsi garam sebaiknya 2.300 mg per hari, yang setara dengan satu sendok teh saja. Tetapi, untuk penderita diabetes dengan tekanan darah tinggi atau berusia 51 tahun ke atas, maka asupan garam sebaiknya 1.500 mg saja per hari. Untuk membatasi asupan garam, sebaiknya jangan membubuhkan garam, kecap (asin dan manis), dan saus botolan pada makanan.

Selain memperhatikan jenis makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi, penderita diabetes juga sebaiknya mengatur pola makan. Mengatur pola makan bukan berarti melewatkan jam-jam makan sehingga membiarkan tubuh kelaparan, akan tetapi dengan makan secara teratur dan membuat catatan harian tentang makanan sehat yang akan dikonsumsi.

Makan secara teratur berarti makan 3 kali sehari, serta 2 kali makan ringan (snack) di antara jam makan. Ketika tubuh mendapatkan asupan makanan sehat secara teratur, maka kadar gula darah dan berat badan akan terkontrol dengan sendirinya. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan. Makan teratur dimulai dengan sarapan yang sehat, karena sarapan setiap hari akan memastikan tubuh memiliki cukup energi untuk beraktifitas, serta membantu menjaga kadar gula darah tetap normal. Rasa lapar akibat melewatkan sarapan cenderung membuat seseorang makan siang dengan porsi berlebihan. Asupan jumlah kalori juga harus dijaga tetap setiap harinya , sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Terakhir, hal lain yang juga sebaiknya dilakukan adalah membuat catatan harian mengenai makanan yang dikonsumsi. Hal ini terbukti efektif dalam menurunkan berat badan, karena rekaman harian tersebut membantu mengidentifikasi masalah/efek makanan yang dikonsumsi dan membantu dalam proses evaluasi program diet, sehingga dengan mudah dapat dibandingkan jenis makanan, porsi, serta waktu makan dengan keberhasilan program menurunkan berat badan

Dengan memperhatikan panduan diet di atas, penderita diabetes dapat hidup dengan lebih nyaman, karena tidak perlu menyiksa diri dengan diet yang terlalu ketat, sekaligus dapat mengontrol penyakitnya. Yang diperlukan hanyalah kedisiplinan dan ketelatenan baik dari penderita sendiri maupun dari pihak keluarga atau pendamping.

Tidak ada salahnya juga untuk menerapkan panduan makan ini pada anggota keluarga yang lain, agar penderita tidak merasa dibedakan dari orang-orang di sekelilingnya. Toh, panduan ini akan membuat kita untuk selalu memperhatikan pola makan sehat. Jangan lupa juga untuk mengkombinasikannya dengan olahraga teratur, agar efek baik yang diharapkan segera tercapai. Nah, selamat mencoba!

Artikel lain tentang diabetes mellitus







Rabu, 24 September 2014

Tips menjaga kesehatan mata

Beberapa tips menjaga kesehatan mata agar mata sehat





Beberapa hal berikut ini dapat ditempuh sebagai ikhtiar untuk menjaga kesehatan mata secara umum :
  • Makan makanan yang banyak mengandung vitamin A,C, dan E yang berkhasiat sebagai antioksidan, yang dapat dijumpai pada bahan makanan alami maupun suplemen.
    1. Vitamin C dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah segar berwarna kuning atau merah, seperti jambu biji, jeruk, tomat, dan anggur serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. 
    2. Vitamin E banyak terdapat pada kacang-kacangan, sayur dan buah. 
    3. Suplemen antioksidan bukan merupakan keharusan untuk dikonsumsi bila tubuh dapat memenuhi kebutuhan dari makanan sehari-hari.
  • Mengurangi pajanan atau kontak dengan radikal bebas (polusi udara, asap rokok, radiasi TV, radiasi komputer, bahan-bahan kimia, dan kesibukan hidup yang tinggi).
  • Jika mengidap penyakit seperti diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), atau kadar asam urat tinggi hendaknya sering berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan rutin supaya penyakitnya tidak makin memburuk dan ikut mempengaruhi organ mata.
  • Jika Anda termasuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, gunakan kacamata berlensa gelap yang dapat melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung, debu, dan kotoran.








Selasa, 16 September 2014

Pap Smear dan Kolposkopi

Mengenal Pap Smear dan Kolposkopi


Pap Smear dibutuhkan untuk mendeteksi dan mengatasi perubahan abnormal pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.






Human Papilloma Virus (HPV), merupakan salah satu jenis virus yang sangat mengkhawatirkan. Karena infeksi oleh virus ini memegang peranan dalam perkembangan kanker serviks. Menurut dr. Amelia Suganda, SpOG, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian jika dibandingkan dengan semua jenis kanker yang menyerang wanita. Hasil penelitian yang dikumpulkan hingga saat ini, setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks, "katanya. Penyebabnya bervariasi, dapat dimulai dari virus HPV, radiasi, atau terkontaminasi oleh bahan kimia.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di servik uteri, suatu daerah di dalam organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, yang terletak antara rahim dan vagina. Kanker ini sering terjadi pada wanita paruh baya, tetapi beberapa data menemukan bahwa kasus ini juga dialami oleh perempuan yang berusia antara 20-30 tahun.

Sampai saat ini, penyebab kanker ini belum diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, yaitu pasangan seks lebih dari satu orang, memulai aktivitas seksual sebelum usia 18 tahun, memiliki anak sebelum usia 16 tahun, dan penyakit menular seksual, atau terinfeksi HIV atau HPV. Namun, kanker serviks tahap awal dapat disembuhkan jika diobati sejak dini.

Untuk mendeteksi dan mengatasi perubahan abnormal pada leher rahim sebelum mereka menyebabkan kanker, skrining diperlukan untuk mendeteksi keberadaan virus papilloma pada setiap wanita. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan yang disebut Pap Smear. Dalam istilah medis, pap smear didefinisikan sebagai suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat sel-sel leher rahim (serviks) di bawah mikroskop.

Ini adalah metode skrining untuk mendeteksi atau menemukan adanya perubahan / kelainan yang terjadi pada leher rahim sebelum sel-sel tersebut berubah menjadi kanker. Pap smear dilakukan di atas meja ginekologi khusus. Contoh dari sel-sel ini akan diambil dari luar serviks dengan melakukan smear menggunakan spatula yang terbuat dari kayu atau plastik.

Setelah smear dilakukan, sel-sel serviks akan diambil menggunakan sikat berbulu kecil (Cytobrush). Setelah itu, sel-sel ditempatkan dalam sebuah objek kaca dan disemprot dengan suatu zat untuk fiksasi, atau ditempatkan dalam botol yang mengandung pengawet, dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil pap smear dianggap normal jika negatif, yaitu jika tidak ada sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear yang abnormal dibagi menjadi tiga macam:
Pertama, bukan kanker, biasanya hanya infeksi. Untuk kategori ini, pasien hanya diminta untuk melakukan pemeriksaan ulang 4-6 bulan kemudian.
Kedua, pra-kanker, ini menunjukkan peralihan menuju sel-sel abnormal. Hal ini biasanya dilaporkan sebagai sel-sel atipikal atau displasia serviks. Jika indikasi ini ditemukan, pasien akan dianjurkan untuk melakukan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% dari pemeriksaan Pap smear menemukan adanya dysplasia serviks.
Ketiga, kemungkinan adanya perubahan dari sel normal menjadi kanker ganas, dan jika ini ditemukan, pasien akan diminta untuk menjalani pengobatan segera.

Colposcopy / Kolposkopi


Pada saat pemeriksaan pap smear telah dilakukan, dan didapati adanya kelainan di lapisan luar dari serviks, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan menggunakan alat yang disebut kolposkopi "Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jika ini adalah pertumbuhan sel-sel baru atau lesi pra-kanker. Jika ada indikasi tersebut, biopsi akan dilakukan.

Kolposkopi berasal dari dua kata, yaitu colpos yang berarti vagina dan scopy berarti melihat. Jadi kolposkopi adalah prosedur diagnostik medis untuk memeriksa serviks dan jaringan vagina dan vulva.

Tujuan utama dari kolposkopi adalah untuk medeteksi adanya lesi pra-kanker dan mengobati pasien yang terdeteksi sedini mungkin. "Kolposkopi akan dilakukan untuk memeriksa area yang terdapat sel-sel abnormal, mengambilnya untuk pemeriksaan lebih lanjut atau melakukan biopsi, untuk menentukan diagnosis dan menentukan stadium kanker.

Yang pasti, efektivitas Pap smear dan kolposkopi sangat tinggi untuk deteksi dini terhadap perubahan sel serviks, dengan risiko yang sangat rendah. Jadi, lakukanlah screening ini. Namun, lakukan hal ini seperti yang direkomendasikan oleh dokter kandungan dan bidan.