Minggu, 26 Juni 2016

Kehamilan diluar kandungan

Kehamilan diluar kandungan, penyebab, akibat dan penanganannya.

Pada kehamilan normal, janin berada di dalam rongga rahim. Namun pada keadaan tertentu Janin dapat pula berada diluar rongga rahim yang dikenal dengan istilah kehamilan diluar kandungan atau dalam ilmu kedokteran disebut kehamilan ektopik.

Mengapa hal ini bisa terjadi?





Pada kehamilan ektopik, janin tumbuh di organ reproduksi wanita selain di dalam rongga rahim antara lain di saluran tuba, leher rahim, indung telur dan rongga perut.
Yang paling banyak terjadi adalah di Tuba falopii 90%. Hari ini mungkin disebabkan antara lain oleh adanya tumor di saluran tuba atau kista, endometriosis, riwayat operasi tuba atau kelainan anatomi.

Akibat dari kehamilan diluar kandungan

Dengan semakin membesarnya janin maka saluran tuba, indung telur atau leher rahim bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan hebat di dalam perut. Pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan fertilitas atau kesuburan dan bahkan kematian ibu dan janin.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai

Gejala awal yang harus diperhatikan antara lain adalah terdapat tanda-tanda kehamilan seperti mual muntah tidak menstruasi dan sebagainya, dan nyeri yang dapat dirasakan pada satu sisi atau kedua sisi perut bagian atas, bawah atau seluruh bagian perut.Terdapat bercak darah spotting atau perdarahan yang biasanya berwarna hitam.
Gejala yang lebih lanjut antara lain penderita tampak pucat kesadaran menurun atau lemah, bahkan syok akibat kehilangan banyak darah, nyeri perut yang disertai perut menegang. Untuk diagnosa pasti diperlukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) untuk melihat adanya kantong gestasi di luar rahim.
Penanganan kehamilan diluar kandungan
Dokter kebidanan pasti akan menyarankan operasi untuk mengeluarkan janin meskipun belum pecah sebab tidak ada gunanya janin itu tumbuh di tempat yang tidak semestinya.
Janin juga tidak mungkin mencapai usia 9 bulan. Jika sudah pecah perdarahan hebat dapat terjadi dalam rongga perut. Dan ini membahayakan keselamatan si ibu. Si ibu akan mengalami pucat, anemi lemas bahkan pingsan.