Rabu, 12 November 2014

Pengertian diet makrobiotik | Diet makrobiotik adalah

Pengertian diet makrobiotik





Diet makrobiotik adalah diet rendah lemak dan tinggi serat, yang dikembangkan oleh George Ohsawa, seorang pengajar asal Jepang. Sejak ditemukan hingga saat ini, diet ini telah mengalami beberapa perubahan. Namun, pada dasarnya, diet makrobiotik adalah diet lemak lemak dan tinggi serat. Makanan yang dapat dikonsumsi dalam diet ini terutama makanan yang berasal dari tumbuhan dan termasuk biji-bijian dan sayuran. Produk kedelai yang kaya phytoestrogen, juga merupakan bagian penting dari diet ini.

Meskipun dasar dari diet makrobiotik tetap sama, namun penerapannya telah dimodifikasi berdasarkan pada beberapa faktor seperti iklim, musim, umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan.

Bermanfaat untuk Pasien Kanker?


Diet makrobiotik meliputi diet rendah lemak, tinggi serat, diet yang sama seperti yang diterapkan pada orang-orang yang menderita kanker dan penyakit kronis lainnya.

Diet ini juga mencakup kandungan phytoestrogen, yang telah ditemukan dan dipercaya dapat mengurangi risiko kanker yang terkait dengan gangguan estrogen seperti pada kanker payudara. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak pasien kanker mulai beralih ke diet makrobiotik. Namun, bukti-bukti medis hingga saat ini belum dapat memberikan cukup bukti bahwa diet makrobiotik dapat membantu dalam pencegahan dan pengobatan kanker.

Menu diet makrobiotik


Dalam menu diet makrobiotik, makanan yang dikonsumsi terdiri minimal 50-60 persen biji-bijian (termasuk beras merah, gandum utuh, buah beri, jawawut, gandum, jagung, dll).
25 sampai 30 persen dari diet ini terdiri sayuran. Dari total sayuran tersebut, 1/3 darinya dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah. Sedangkan 2/3 sisanya harus dikonsumsi dalam kondisi matang boleh dikukus, direbus, atau tumis.

Anda harus makan biji-bijian atau kacang-kacangan setiap hari dalam bentuk produk olahan seperti tahu atau tempe. Kacang-kacangan adalah 10 persen dari asupan makanan anda sehari-hari.
Sup juga merupakan bagian yang sangat penting dari diet makrobiotik. Anda harus mengkonsumsi 1-2 mankuk sup setiap hari. Yang paling umum adalah sup fermentasi kedelai, terutama miso dan shoyu (makanan jepang).

Produk tepung, seperti oat, sereal, pasta, roti, kue-kue, dll, hanya boleh dimakan sesekali saja.
Diet makrobiotik tidak meliputi produk hewani. Hanya boleh beberapa kali saja dalam seminggu, dan dalam jumlah yang sangat kecil. Namun, yang boleh dikonsumsi adalah pada makanan laut dan daging unggas, sedangkan telur dan produk susu harus dihindari.

Anda juga dapat mengambil biji-bijian dan kacang-kacangan saat menjalani diet makrobiotik, tetapi harus dalam jumlah sedang.
Diet makrobiotik memperbolehkan anda mengkonsumsi buah-buahan lokal. Namun, buah-buahan seperti mangga, pepaya dan nanas tetap harus dihindari.

Mengenai makanan manis anda tak perlu khawatir. Anda juga dapat memakan makanan manis dalam diet ini, tapi tidak lebih dari 2-3 kali seminggu. Namun, yang harus diperhatika adalah, penggunaan pemanis harus yang alami seperti gula, madu, sirup, cokelat .
Selama diet ini, makanan harus dimasak dalam minyak sayur. Minyak wijen, minyak jagung dan minyak biji sesawi adalah yang terbaik.

Bumbu dan penyedap harus dibatasi hanya garam laut alami, shoyu, cuka beras merah, cuka umeboshi, plum umeboshi, parutan jahe, acar fermentasi, gomashio (biji wijen panggang), rumput laut panggang, dan irisan daun bawang.

Perhatian
Diet makrobiotik kekurangan beberapa nutrisi seperti berikut:
  • Protein
  • Vitamin B12
  • Zat Besi
  • Magnesium







Posting Komentar