Selasa, 16 September 2014

Pap Smear dan Kolposkopi

Mengenal Pap Smear dan Kolposkopi


Pap Smear dibutuhkan untuk mendeteksi dan mengatasi perubahan abnormal pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.






Human Papilloma Virus (HPV), merupakan salah satu jenis virus yang sangat mengkhawatirkan. Karena infeksi oleh virus ini memegang peranan dalam perkembangan kanker serviks. Menurut dr. Amelia Suganda, SpOG, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian jika dibandingkan dengan semua jenis kanker yang menyerang wanita. Hasil penelitian yang dikumpulkan hingga saat ini, setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks, "katanya. Penyebabnya bervariasi, dapat dimulai dari virus HPV, radiasi, atau terkontaminasi oleh bahan kimia.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di servik uteri, suatu daerah di dalam organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, yang terletak antara rahim dan vagina. Kanker ini sering terjadi pada wanita paruh baya, tetapi beberapa data menemukan bahwa kasus ini juga dialami oleh perempuan yang berusia antara 20-30 tahun.

Sampai saat ini, penyebab kanker ini belum diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, yaitu pasangan seks lebih dari satu orang, memulai aktivitas seksual sebelum usia 18 tahun, memiliki anak sebelum usia 16 tahun, dan penyakit menular seksual, atau terinfeksi HIV atau HPV. Namun, kanker serviks tahap awal dapat disembuhkan jika diobati sejak dini.

Untuk mendeteksi dan mengatasi perubahan abnormal pada leher rahim sebelum mereka menyebabkan kanker, skrining diperlukan untuk mendeteksi keberadaan virus papilloma pada setiap wanita. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan yang disebut Pap Smear. Dalam istilah medis, pap smear didefinisikan sebagai suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat sel-sel leher rahim (serviks) di bawah mikroskop.

Ini adalah metode skrining untuk mendeteksi atau menemukan adanya perubahan / kelainan yang terjadi pada leher rahim sebelum sel-sel tersebut berubah menjadi kanker. Pap smear dilakukan di atas meja ginekologi khusus. Contoh dari sel-sel ini akan diambil dari luar serviks dengan melakukan smear menggunakan spatula yang terbuat dari kayu atau plastik.

Setelah smear dilakukan, sel-sel serviks akan diambil menggunakan sikat berbulu kecil (Cytobrush). Setelah itu, sel-sel ditempatkan dalam sebuah objek kaca dan disemprot dengan suatu zat untuk fiksasi, atau ditempatkan dalam botol yang mengandung pengawet, dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil pap smear dianggap normal jika negatif, yaitu jika tidak ada sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear yang abnormal dibagi menjadi tiga macam:
Pertama, bukan kanker, biasanya hanya infeksi. Untuk kategori ini, pasien hanya diminta untuk melakukan pemeriksaan ulang 4-6 bulan kemudian.
Kedua, pra-kanker, ini menunjukkan peralihan menuju sel-sel abnormal. Hal ini biasanya dilaporkan sebagai sel-sel atipikal atau displasia serviks. Jika indikasi ini ditemukan, pasien akan dianjurkan untuk melakukan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% dari pemeriksaan Pap smear menemukan adanya dysplasia serviks.
Ketiga, kemungkinan adanya perubahan dari sel normal menjadi kanker ganas, dan jika ini ditemukan, pasien akan diminta untuk menjalani pengobatan segera.

Colposcopy / Kolposkopi


Pada saat pemeriksaan pap smear telah dilakukan, dan didapati adanya kelainan di lapisan luar dari serviks, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan menggunakan alat yang disebut kolposkopi "Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jika ini adalah pertumbuhan sel-sel baru atau lesi pra-kanker. Jika ada indikasi tersebut, biopsi akan dilakukan.

Kolposkopi berasal dari dua kata, yaitu colpos yang berarti vagina dan scopy berarti melihat. Jadi kolposkopi adalah prosedur diagnostik medis untuk memeriksa serviks dan jaringan vagina dan vulva.

Tujuan utama dari kolposkopi adalah untuk medeteksi adanya lesi pra-kanker dan mengobati pasien yang terdeteksi sedini mungkin. "Kolposkopi akan dilakukan untuk memeriksa area yang terdapat sel-sel abnormal, mengambilnya untuk pemeriksaan lebih lanjut atau melakukan biopsi, untuk menentukan diagnosis dan menentukan stadium kanker.

Yang pasti, efektivitas Pap smear dan kolposkopi sangat tinggi untuk deteksi dini terhadap perubahan sel serviks, dengan risiko yang sangat rendah. Jadi, lakukanlah screening ini. Namun, lakukan hal ini seperti yang direkomendasikan oleh dokter kandungan dan bidan.







Posting Komentar