Selasa, 23 September 2014

Belekan atau Konjungtivitis

Apa itu Belekan atau Konjungtivitis





Salah satu gangguan pada mata yang cukup sering terjadi adalah penyakit mata merah atau dalam dunia kedokteran disebut konjungtivitis.
Penyakit ini bisa mengenai siapa saja dan sangat mudah menular. Pada musim-musim tertentu, kejadiannya cukup banyak dan tersebar, terutama di kalangan anak usia sekolah. Meskipun jarang yang berakibat  fatal, namun kita perlu mengetahui lebih jauh mengenai penyakit mata merah ini, meliputi gejala, komplikasi, penanganan di rumah dan bagaimana pencegahannya.

Konjungtivitis atau yang lebih dikenal dengan penyakit mata merah, adalah peradangan dan infeksi menular pada konjungtiva (yaitu selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata). Konjungtivitis disebut dengan “penyakit mata merah” karena bagian putih mata berubah menjadi merah atau merah jambu. Konjungtivitis disebabkan oleh virus atau bakteri. Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri dan virus serta menular, dikenal sebagai konjungtivitis menular. Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh alergi atau masuknya benda asing ke dalam mata yang menyebabkan mata teriritasi. Konjungtivitis jenis ini tidak menular. Beberapa jenis konjungtivitis dapat sembuh dengan sendirinya, tapi ada juga yang
memerlukan pengobatan.

Gejala-gejala Konjungtivitis

  • Konjungtivitis biasanya diawali dengan munculnya gejala sebagai berikut :Mata menjadi merah, gatal dan bengkak
  • Keluar cairan lengket dari mata yang bisa berwarna putih, bening, hijau atau kuning.
  • Ada kemungkinan cuma mata sebelah saja yang terkena konjungtivitis dan sebelahnya tidak. Namun, biasanya kedua mata terinfeksi.
  • Konjungtivitis biasanya tidak membuat mata terasa sakit, tetapi mata menjadi sangat gatal. Rasanya mirip seperti ada bulu mata atau partikel kecil yang masuk ke mata (terasa mengganjal), di mana hal ini sangat mengganggu. 
  • Umumnya tidak ada penurunan tajam penglihatan.
Penyakit mata merah atau konjungtivitis yang disebabkan oleh virus termasuk dalam self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Infeksi berlangsung selama kurang lebih satu sampai dua pekan dan biasanya akan membaik. Namun penderita sebaiknya segera pergi ke dokter jika rasa gatal sangat mengganggu. Jika penyakit mata disebabkan infeksi oleh bakteri, dokter akan memberikan antibiotik yang berupa salep atau tetes mata. Biasanya jika masih bayi akan diberikan salep, sedangkan anak-anak dan orang dewasa diberikan tetes mata.
Jika konjungtivitis disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak dapat menyembuhkannya. Jika penyakit mata tersebut disebabkan oleh alergi atau benda asing, dokter akan menganjurkan penggunaan tetes mata khusus untuk menghilangkan gejala alergi. Penyakit mata merah yang parah dan dibiarkan saja tanpa penanganan yang tepat bisa menimbulkan komplikasi berupa keratitis atau peradangan pada kornea mata. Jika hal ini terjadi, pengobatannya menjadi lebih sulit dan lama. Konjungtivitis tergolong penyakit ringan sehingga bisa dilakukan perawatan di rumah.

Berikut ini akan disampaikan beberapa langkah penatalaksanaan penyakit mata merah atau manajemen keperawatan Konjungtivitis yang bisa dilakukan di rumah :
  • Seseorang yang menderita penyakit ini hendaknya banyak beristirahat dan tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu. Di samping bermanfaat untuk proses penyembuhan, langkah ini juga akan meminimalisir penularan atau penyebaran pada orang-orang di sekitarnya.
  • Percikkan air hangat untuk menghilangkan rasa gatal.
  • Kompres mata dengan air dingin atau bongkahan es batu ntuk mengurangi pembengkakan pada mata.
  • Bersihkan cairan yang keluar dari mata menggunakan lap hangat.
  • Pada penderita anak-anak, orang tua bisa membersihkan mata secara hati-hati dengan kapas serta air hangat untuk membersihkan belekan yang terbentuk di ujung mata.
  • Jika penyebabnya bakteri, gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Bersihkan tangan sebelum meneteskan obat tetes mata atau mengoleskan salep agar tidak memperparah iritasi.

Pencegahan Konjungtivitis

Penyebaran dan penularan penyakit Konjungtivitis memang cukup mudah, terutama pada anak-anak yang biasanya suka bermain dan berinteraksi di sekolah-sekolah. Beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah penularan
  • Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan penderita dan jangan sampai digunakan oleh orang lain. Handuk dan lap yang telah digunakan harus langsung dicuci sehingga infeksi tidak menyebar ke anggota keluarga yang lain.
  • Jauhi orang dengan konjungtivitis yang sedang batuk atau bersin.
  • Seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun atau cairan desinfektan.
  • Hindari melakukan kontak langsung dengan penderita, apalagi menyentuh atau menggunakan barang-barang pribadi milik penderita. Namun demikian, sekedar menatap mata atau mengobrol tidak menularkan konjungtivitis.
  • Jangan menggunakan obat tetes mata atau salep mata secara bersama-sama.
  • Jangan biarkan anak-anak pergi sekolah ketika mereka men derita konjungtivitis. Seperti kita ketahui, sekolah merupakan salah satu tempat yang rentan terjadi penularan penyakit dari satu anak ke anak yang lain. Hal ini disebabkan oleh tempat asal anak yang berbeda-beda kemudian berkumpul di satu tempat yang cukup padat, belajar bersama, makan dan minum bersama, saling bersinggungan (kontak) langsung, sementara kondisi imunitas anak masih belum sempurna sehingga mudah tertular. Jika gejala konjungtivitis sudah mereda (mata sudah tidak merah dan kotoran mata sudah tidak berproduksi berlebihan), maka tidak masalah jika anak ingin masuk sekolah kembali.









Posting Komentar