Kamis, 31 Juli 2014

Manfaat daun sirsak untuk kista ovarium

Manfaat daun sirsak untuk pengobatan kanker dan penyakit lainnya






Daun sirsak sangat bermanfaat untuk pengobatan kista ovarium, kanker, diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, penyakit jantung, kanker payudara dan juga untuk kecantikan alami.

Akhir-akhir ini informasi tentang manfaat daun sirsak sedang ramai dibicarakan banyak orang. Apakah Anda sudah mengetahui manfaat yang luar biasa dari daun sirsak untuk pengobatan berbagai penyakit? Mungkin sebagian dari Anda masih belum tahu.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Purdue University membuktikan bahwa daun sirsak mampu membunuh sel kanker dengan sangat baik, terutama pada:
1. Kanker Prostat
2. Kanker pankreas
3. Kanker paru-paru

Selain dari universitas purde, beberapa universitas lain juga menyatakan bahwa daun sirsak mempunyai manfaat sebagai berikut:

1 Pasien tidak akan merasa mual, berat badan hilang, rambut rontok seperti ketika menjalani kemoterapi
2 Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
3 Meningkatkan energi tubuh
4. Secara efektif memilih target sel dan membunuh sel jahat dari 12 jenis kanker yang berbeda, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
5. Kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker 10.000 kali lebih baik daripada adriamisin dan kemoterapi
6 Tidak seperti kemoterapi, semua sel yang tumbuh, baik sel yang sehat maupun sel yang sakit akan mati. Ekstrak daun sirsak akan memilih sel-sel target dan membunuh target tersebut dengan tepat.

Apa peran daun sirsak untuk kista ovarium dan juga untuk penyakit lain?


manfaat-daun-sirsak
Bahkan, manfaat daun sirsak untuk mengobati berbagai penyakit bukanlah hal baru. Sejak dulu, daun sirsak sudah dikenal sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Termasuk kanker dan tumor.

Seperti yang dikatakan oleh wikipedia, kista adalah tumor jinak yang paling sering ditemukan pada wanita. Memiliki bentuk kistik yang berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista juga dapat berisi udara, cairan, nanah, atau bahan lainnya. Salah satu tempat pertumbuhan kista yang paling sering adalah di indung telur, yang disebut Kista ovarium.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kista dapat diobati dengan Ekstrak Daun Sirsak. Mengapa? Seperti yang sudah kita ketahui, daun sirsak mengandung acetogenins yang memiliki kemampuan 10.000 kali lebih kuat dari obat kemoterapi. Keuntungan lainnya adalah, Acetogenins bekerja secara selektif dengan hanya mematikan sel yang rusak tanpa merusak sel-sel sehat. Ini adalah kelebihan  dari daun sirsak dalam mengobati kista ovarium.

Seperti obat-obatan herbal lainnya, daun sirsak tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh Anda. Saat ini, ada banyak cara untuk mendapatkan manfaat dari daun sirsak, ada yang berbentuk syrup, kantong teh, dan kapsul. Setiap orang memiliki pilihan mereka sendiri.






Rabu, 30 Juli 2014

Tifus Abdominalis / Tipes

Penyakit tifus /tipes - gejala, pencegahan, perawatan dan pengobatannya.






Tifus Abdominalis atau disebut juga Demam Tifus adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhosa. Penularan Tyfus biasanya melalui makanan yang tercemar tinja / faeces atau urin dari penderita. Gejala utamanya biasanya adalah demam tinggi, terutama pada malam hari.

Penyakit Tifus harus diobati dengan baik karena jika tidak penyakit tersebut dapat merusak dinding usus halus  dan terjadi perforasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan infeksi pada selaput perut (peritonitis) dan bisa menyebabkan kematian.

Gejala-gejala Tifus/ tipes

Gejala yang paling umum adalah demam tinggi, terutama di malam hari dan lidah kotor karena adanya selaput berwarna putih. Selain gejala tersebut diatas, ada beberapa gejala lain yanga mengikuti yaitu
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit tenggorokan
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Nyeri pada persendian
  • Kadang timbul bintik-bintik mersh di kulit, terutama di perut

 Penanganan Tifus Abdominalis / tipes

  • Penderita diharuskan istirahat total selama masa pengobatan untuk mencegah timbulnya komplikasi, dan baru boleh duduk setelah 2-3 hari tidak ada panas.
  • Makanan lunak atau halus
  • Makanan harus menganding kalori dan protein yang cukup serta rendah serat.

Pengobatan tifus / tipes

  • Dengan antibiotik yang tepat, 99% penderita dapat sembuh secara total. Antibiotik yang biasa diberikan untuk pasien tifus adalah
  1.  Kloramphenikol
    Dewasa   4 X 500 mg perhari selama 10 - 14 hari
    Anak       50 - 100 mg/kg berat badan 4 x sehari selama 10 - 14 hari
  2. Tiamfenikol
    Dewasa   4 X 500 mg perhari sampai 5 - 7 hari bebas panas
    Anak       50 mg/kg berat badan 4 x sehari sampai 5 - 7 hari bebas panas
  3. Ampisillin
    Dewasa   4 X 500 mg perhari selama 10 - 14 hari
    Anak       50 - 100 mg/kg berat badan 4 x sehari selama 10 - 14 hari
  • Pengobatan terhadap gejala atau simtomatis terapi (spt : anti mual, anti panas)
  • Roburansia atau multivitamin untuk memperbaiki kondisi tubuh.

Pencegahan Tifus abdominalis / tipes

  • Memperbaiki kesehatan dan kebersihan lingkungan
  • Menjaga kebersihan makanan
  • Membiasakan mencuci tangan
  • Menghindari konsumsu sayuran mentah
  • Imunisasi
  1. Vaksin tifus per oral (yang ditelan) dapat memberikan perlindungan hingga 70 %
  2. Vaksin tifus hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar bakteri salmonella typhosa atau mereka yang punya resiko tinggi seperti petugas kesehatan terutama petugas laboratorium dan para pelancong.

Artikel terkait Penyakit :
  1. Penyakit hati karena virus atau hepatitis virus
  2. Penyakit herpes zoster
  3. Penyakit herpes simpleks
  4. Tifus Abdominalis / Tipes
  5. Pengobatan dan perawatan diabetes mellitus
  6. Diabetes Type 2
  7. Diabetes Type 1
  8. Definisi diabetes
  9. Penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syndrome
  10. Obat untuk MERS
  11. Herbal untuk tekanan darah tinggi / hipertensi
  12. Pengobatan asam urat
  13. Pencegahan penyakit jantung koroner
  14. Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
  15. Gejala-gejala penyakit jantung koroner
  16. Gejala-gejala utama dari penyakit jantung
  17. Penyakit jantung koroner
  18. Mengenal Tanda-tanda Awal Kanker Serviks








Selasa, 15 Juli 2014

Alkaline Diet, metode diet baru untuk menurunkan berat badan

Turunkan berat badan dengan Alkaline diet






Ada berbagai jenis diet yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, . Mungkin kita sudah tahu diet Dukan dan Diet berdasarkan golongan darah Diet pisang dan sebagainya. Namun, ada satu lagi metode diet yang sedang terkenal, yaitu diet alkaline.

Diet Alkaline adalah pengaturan pola makan dengan cara menyeimbangkan pH atau keasaman dalam tubuh. Alkaline Diet juga dikenal sebagai 'pH Diet' atau 'Acid-Alkaline Diet' dan telah dipraktekkan oleh beberapa selebriti dunia seperti Kirsten Dunst, Anna Faris, dan Gwyneth Paltrow.

Secara sederhana, teori dasar dari diet alkaline adalah sebagai berikut. Tubuh adalah sasaran empuk bagi berbagai penyakit jika tubuh kita bersifat asam. Oleh karena itu, kita perlu makanan yang bersifat basa (alkaline), untuk menjaga keseimbangan pH dalam darah.

Kondisi 'asam' terjadi ketika pH kurang dari 7, sedangkan kondisi basa berarti bahwa tingkat keasaman atau pH lebih dari 7. "Tingkat keasaman yang ideal untuk tubuh, adalah 7,35 - 7,45, yang sedikit basa, "kata ahli gizi Dr Zeinab Sayed kepada Times of India.

makanan-diet-alkaline
Program diet ini bekerja dengan cara menyeimbangkan pH tubuh ke tingkat yang optimal yang kemudian membangun sel dan jaringan tubuh, sehingga tubuh menjadi sehat. Jika seseorang menjalankan diet ini, itu berarti bahwa ia juga melakukan detoksifikasi (mengeluarkan racun dari dalam tubuh), sehingga sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Diet Alkaline memiliki beberapa manfaat, termasuk meningkatkan energi, memperbaiki fungsi pencernaan, menurunkan berat badan dan mengurangi rasa sakit. Tak hanya itu, tekanan darah tinggi dan kadar gula darah juga dapat diperbaiki dengan metode diet ini.

Dengan diet alkaline, Anda akan mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun juga dapat diperlambat. Selain itu, makanan yang bersifat alkali diyakini mampu membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat, walapun semua manfaat ini belum terbukti secara ilmiah.

Namun, jangan berlebihan dalam melakukan diet ini. Makanan asam masih diperlukan oleh tubuh kita, seperti lemak dan minyak tertentu yang mengandung asam lemak esensial untuk menjaga sistem kekebalan dan memelihara sel-sel tubuh. Dr Zainab menyarankan, komposisi yang baik adalah 80:20, 80% untuk makanan yang bersifat alkali dan 20% makanan asam.

Apa saja makanan yang bersifat asam, dan apa saja makanan yang bersifat alkali? Sebenarnya ada kesalahpahaman di masyarakat umum. Selama ini, makanan yang memiliki rasa asam, dianggap dapat membentuk efek asam dalam tubuh. "Padahal tidak demikian. Efek asam adalah efek dari makanan setelah makanan tersebut ditelan (bukan di lidah, ed.)," Kata ahli gizi klinis, Dr Nupur Krishnan.

Makanan asam menambahkan ion hidrogen ke dalam tubuh, sehingga tubuh lebih asam. Sebaliknya, makanan yang bersifat alkali akan menghilangkan ion hidrogen sehingga dapat mengurangi kadar asam dalam tubuh.

Berikut ini adalah daftar makanan yang bersifat asam dan alkaline menurut diet alkaline:


Makanan yang bersifat asam:


Jagung, kacang, buah zaitun, kentang, lemak hewani, minyak sayur, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad, pemanis buatan, dan cuka.

Makanan yang bersifat alkali:


Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk, anggur, lemon, limau, melon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak biji rami, cuka apel, rempah-rempah, sirup maple, dan madu organik.